Kabar BUMN - Seorang pelaku UMKM asal Bangka Belitung bernama Henry kini merasakan pertumbuhan bisnis yang signifikan setelah menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk.
Usaha camilan tradisional miliknya, Duo Ayu Sehati, yang dirintis sejak 2017 dari sebuah rumah kontrakan kecil, kini telah berkembang menjadi pabrik berskala besar dengan kapasitas produksi lebih dari satu ton per hari.
Perjalanan awal bisnis tersebut tidaklah mudah. Henry mengenang masa-masa sulit saat kualitas produk belum stabil dan banyak barang yang dikembalikan oleh toko.
Baca Juga: Jajan hingga Makan Santai, Ini Spot Kuliner Paling Nyaman di TMII
Tantangan terbesar saat itu adalah menemukan formula yang tepat agar produknya bisa diterima pasar dan memiliki kualitas yang konsisten.
“Tahun pertama kami benar-benar belum stabil. Resepnya belum konsisten, banyak toko mengembalikan produk kami. Tapi kami terus memperbaiki kualitas dengan melakukan riset ke pabrik-pabrik camilan lain,” ujarnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Seiring waktu, volume produksi terus meningkat secara signifikan.
Baca Juga: InJourney Raih Predikat Terbaik dalam Pengembangan Pemimpin Internal Versi SWA 2025
Saat ini, Duo Ayu Sehati mampu memproduksi sekitar 1,2 ton getas, 500 kilogram kericu, 600 kilogram kemplang, serta masing-masing 500 kilogram bakso ikan dan bakso sapi setiap harinya.
Jangkauan pemasaran produk Duo Ayu Sehati pun semakin luas. Tidak hanya dipasarkan di Pangkalpinang dan wilayah Bangka Belitung, produknya juga telah menembus pasar Jakarta.
Bahkan, Duo Ayu Sehati mulai merambah pasar ekspor dengan pengiriman perdana ke Australia.
Baca Juga: Mobil Mercedes-Benz Bisa Kamu Dapatkan di Poin Festival 2025 Telkomsel, Ini Cara Ikutannya
“Baru-baru ini kami mengirim sekitar dua ratus kilo ke Australia. Ini baru awal, tapi respons konsumennya sangat bagus,” kata Henry.
Menurut Henry, perkembangan pesat usahanya tidak lepas dari dukungan PT TIMAH Tbk melalui Program Kemitraan.