Bantuan permodalan yang diterima dimanfaatkan untuk menambah mesin produksi sehingga kapasitas dan efisiensi kerja meningkat secara nyata.
Baca Juga: Kolaborasi Teknologi Jadi Kunci PHE Dorong Produksi Migas Nasional
“Sejak menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk, kami bisa menambah peralatan produksi. Jumlah wajan kami meningkat dari dua menjadi empat, dan itu hampir melipatgandakan hasil produksi,” jelasnya.
Dukungan tersebut membantu Duo Ayu Sehati menjaga kualitas produk sekaligus memperluas pasar. Bahan baku yang digunakan berasal dari nelayan lokal dan tepung sagu berkualitas tinggi, sehingga cita rasa khas tetap terjaga dan diminati konsumen.
Selain getas, kericu, dan kemplang, Henry juga mengembangkan produk lain seperti bakso ikan, bakso sapi, serta bubuk udang kering yang cukup populer di pasar Jakarta.
Baca Juga: Diskon 50% Liburan Akhir Tahun! Bali Zoo Hadirkan Promo Spesial Nataru 2026
Untuk menjawab permintaan yang terus meningkat, Duo Ayu Sehati tengah menyiapkan inovasi baru berupa produk ikan giling yang menyasar pelaku usaha kuliner dan kebutuhan rumah tangga.
Rencana perluasan pabrik juga tengah dipersiapkan guna meningkatkan kapasitas produksi.
Henry menyampaikan apresiasinya kepada PT TIMAH Tbk atas dukungan yang diberikan kepada UMKM seperti dirinya.
Baca Juga: PERURI Salurkan Bantuan Cepat untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera
“Terima kasih kepada PT TIMAH yang telah mendukung usaha kami. Semoga kemitraan ini terus berjalan dengan baik dan semakin banyak UMKM di Bangka yang bisa dibantu ke depannya,” ucapnya.
Kisah Duo Ayu Sehati menjadi bukti nyata bahwa Program Kemitraan PT TIMAH Tbk mampu mendorong UMKM lokal untuk naik kelas, memperkuat daya saing, dan membuka peluang menembus pasar global. ***