“Ketika mendengar ada sesama nasabah PNM yang terdampak banjir dan longsor, kami merasa terpanggil. Lewat usaha yang kami miliki, kami ingin berbagi.
Baca Juga: Butuh Inspirasi Kata? Ini 15 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 yang Mudah Dipakai
"Rendang ini mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa memberi tenaga dan semangat bagi mereka yang sedang berjuang,” ujar Ningsih.
Ia menambahkan bahwa ikatan yang dibangun PNM jauh melampaui hubungan pembiayaan semata.
“PNM mengajarkan kami untuk tidak hanya tumbuh sendiri, tetapi juga saling menguatkan. Di saat sulit seperti ini, rasa kebersamaan itu terasa sangat nyata,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pelibatan nasabah dalam aksi kemanusiaan ini merupakan nilai yang terus dijaga perusahaan.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Dalam upaya membantu pemulihan, kami melibatkan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha makanan siap saji.
Baca Juga: Negara-negara yang Menjadi Surga Belanja Parfum, Harganya Tidak Dipajaki, Pilihannya Beragam
"Lebih dari 2.000 produk abon dan rendang karya Ibu Hani dan Ibu Ningsih telah disalurkan.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pangan sekaligus menguatkan semangat bagi para penyintas,” ujar Dodot.
Lebih dari sekadar makanan, bantuan tersebut membawa pesan kepedulian dan kebersamaan.
Di tengah keterbatasan akibat bencana, PNM bersama para nasabahnya memilih untuk terus hadir, saling menjaga, dan tumbuh sebagai satu keluarga besar yang tidak membiarkan siapa pun berjalan sendirian.***