Kabar BUMN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) bersama anak usahanya, BNI Ventures, meluncurkan program Dropbox Sampah Kertas di lingkungan perkantoran sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di internal BNI Grup ini diterjemahkan dengan menempatkan dua drop box di Grha BNI, Dukuh Atas, dan Menara BNI, Pejompongan, Jakarta.
Program ini bertujuan mendorong karyawan dan masyarakat sekitar untuk memilah serta mengelola limbah kertas secara bertanggung jawab, sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Baca Juga: Okupansi Melebihi 100 Persen, KAI Angkut 1.024.881 Pelanggan di Libur Panjang Imlek
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen BNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan.
“Lebih dari sekadar menyediakan tempat pembuangan, program ini menjadi langkah nyata BNI Grup dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi beban TPA yang semakin kritis di kota-kota besar,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Kertas yang terkumpul di dropbox akan didaur ulang menjadi planting paper—kertas buatan tangan yang mengandung benih tanaman dan dapat tumbuh setelah digunakan.
Baca Juga: Libur Imlek 2026, Lebih dari 1,6 Juta Kendaraan Padati Akses Keluar-Masuk Jabotabek
Transformasi limbah kertas perkantoran menjadi produk ramah lingkungan ini diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperpanjang siklus hidup material.
Secara terpisah, Eddi Danusaputro mewakili BNI Ventures menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari peran strategis dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Grup.
Program ini juga dijalankan melalui kemitraan strategis dengan PaperPods, startup yang memperkenalkan circular paper dropbox pertama di Indonesia.
Baca Juga: Harmoni Keberagaman di Perkebunan PTPN, Imlek Jadi Cermin Toleransi yang Mengakar
Solusi tersebut memungkinkan korporasi menyalurkan limbah kertas untuk didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior, sekaligus memberdayakan kelompok masyarakat.
Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan, mulai dari jumlah kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon (CO₂) yang dihindari, hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan.***