Kedua, sebagai ibadah pasif yang mengajarkan pengendalian diri melalui menahan hawa nafsu.
Baca Juga: 5 Hal yang Sering Dikira Membatalkan Puasa Padahal Tidak
Ketiga, sebagai ibadah internal yang mendorong perbaikan dari dalam diri.
Keempat, sebagai ibadah individual yang menekankan tanggung jawab personal atas amal.
Dan kelima, sebagai ibadah transformatif yang harus menghadirkan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku.
Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja
“Puasa adalah ibadah yang tidak terlihat oleh manusia, tetapi sangat terlihat oleh Allah. Di situlah kita dilatih untuk jujur, berintegritas, dan membenahi diri dari dalam,” ujar Ustadz Reza dalam tausiyahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembentukan karakter.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang perubahan.
"Jika setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih disiplin, maka itulah makna ibadah yang sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, PLN Indonesia Power berharap seluruh insan PLN IP dapat menyambut bulan suci dengan kesiapan hati, serta menjadikannya sebagai energi perubahan menuju pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan memberi manfaat bagi sesama.***