Kabar BUMN - Adat dan budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi identitas yang membentuk kehidupan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman, budaya lokal tetap penting sebagai pengikat sosial sekaligus penjaga harmoni.
Berbagai tradisi di daerah masih terus dilestarikan, mulai dari ritual adat, kesenian, hingga perayaan budaya yang diwariskan turun-temurun.
Baca Juga: Tinjauan GT Kalikangkung: Infrastruktur Jalan Tol Siap Dukung Arus Balik Idulfitri 1447H/2026
Kekayaan ini menjadi bagian penting yang perlu dijaga agar tidak hilang.
Sebagai bentuk dukungan, PT TIMAH (Persero) Tbk aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Perusahaan secara konsisten membantu berbagai kegiatan budaya, mulai dari festival hingga tradisi keagamaan di wilayah operasionalnya.
Baca Juga: SIG Kantongi Predikat Excellent pada Ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026
Di Kabupaten Bangka, PT Timah bersama masyarakat adat Mapur mengembangkan Kampung Adat Gebong Memarong.
Kawasan ini kini menjadi tempat wisata edukasi yang memperkenalkan kehidupan dan tradisi masyarakat adat, termasuk tradisi Nuju Jerami.
Dukungan juga diberikan di Bangka Barat melalui tradisi Perang Ketupat dan ritual Rebo Pusaka.
Baca Juga: Tiga Posisi Magang PT Bahana Sekuritas Resmi Dibuka, Pendaftaran Ditutup 3 April 2026
Sementara di Karimun, PT Timah berperan dalam penyelenggaraan Festival Lampu Colok yang rutin digelar setiap Ramadan.
Kegiatan ini tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga menjadi ruang kreativitas generasi muda.