tjsl

Kolaborasi dengan Nelayan, PT TIMAH Perkuat Kesejahteraan Pesisir Lewat Program Berkelanjutan

Selasa, 7 April 2026 | 16:00 WIB
PT TIMAH perkuat kesejahteraan nelayan lewat bantuan alat tangkap, jaminan sosial, program lingkungan, hingga perbaikan infrastruktur pesisir berkelanjutan. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN - PT TIMAH (Persero) Tbk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen berkembang bersama masyarakat di wilayah operasionalnya, termasuk para nelayan.

Melalui berbagai program pemberdayaan, perusahaan terus memperkuat dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian nelayan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir.

Sejumlah inisiatif telah dijalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap komunitas nelayan.

Baca Juga: Kebun Raya Cibodas Terapkan Jam Normal, Pengunjung Wajib Tahu

Program tersebut mencakup bantuan alat tangkap untuk meningkatkan produktivitas, fasilitasi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta dukungan pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas melaut.

Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman saat bekerja.

Selain itu, PT TIMAH turut mendukung fasilitas pendukung seperti tambatan perahu, pengerukan alur muara, dan infrastruktur lain yang membantu aktivitas nelayan.

Baca Juga: A Night of Collaboration, Bukti Dukungan PT TIMAH untuk Musisi Bangka Belitung

Sepanjang 2025, bantuan telah disalurkan kepada puluhan kelompok nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau.

Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan penyaluran bantuan alat tangkap kepada sejumlah kelompok nelayan, termasuk Kelompok Nelayan Sungai Ulim di Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.

Perusahaan juga memfasilitasi ribuan nelayan untuk memperoleh perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Long Weekend Paskah Picu Lonjakan Penumpang, KAI Layani 826 Ribu Lebih dengan Okupansi Tinggi

Selain bantuan langsung, pemberdayaan dilakukan melalui program lingkungan pesisir seperti penanaman mangrove, restocking kepiting bakau di Kundur, restocking cumi di perairan Pulau Bangka, serta program fishing ground dan coral garden yang manfaatnya mulai dirasakan nelayan.

Salah satu penerima bantuan adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ratu Laut Teluk Dalam di Desa Kundur. Sekretaris kelompok, Dedi, mengatakan mereka menerima bantuan alat tangkap berupa jaring udang.

Halaman:

Tags

Terkini