“Bantuan ini akan digunakan untuk membeli alat tangkap, khususnya jaring udang, karena sebagian besar nelayan di sini menggunakannya. Kami berharap hasil tangkapan meningkat karena jaringnya baru. Dengan jaring baru, hasilnya tentu lebih optimal,” ujar Dedi.
Baca Juga: 4 Kafe Nyaman dan Aestetik di Kawasan Tunjungan, Surabaya
Ia menjelaskan, sebelumnya banyak anggota kelompok memiliki jaring yang rusak dan tidak layak pakai, namun keterbatasan dana membuat mereka sulit menggantinya.
“Sering kali hasil tangkapan tidak cukup untuk membeli jaring baru karena harga alat tangkap lebih mahal dibandingkan pendapatan dari hasil tangkapan, sementara penghasilan nelayan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Harman, Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang di Kabupaten Bangka Barat. Kelompoknya menerima bantuan berupa mesin tempel, kawat bubu, dan tali.
Baca Juga: Magang BUMN di Bank Mandiri, Peluang Kembangkan Skill Desain
Menurutnya, bantuan tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan nelayan di kawasan pesisir Air Gantang, khususnya Dusun Penganak yang berada di tepi laut.
“Nelayan di sini membutuhkan peralatan untuk memasang bubu dan membuat rumpon. Mesin tempel juga sangat membantu, terutama bagi nelayan yang sebelumnya hanya bisa beroperasi di sekitar pantai karena kapasitas mesin terbatas,” kata Harman.
Ia menambahkan, di wilayah Penganak aktivitas pertambangan dan penangkapan ikan dapat berjalan berdampingan.
Baca Juga: Mandalika Tuan Rumah GT World Challenge Asia 2026, Hadirkan Balap dan Atraksi Budaya Imersif
“Jika dikelola dengan baik, aktivitas pertambangan dan penangkapan ikan di laut bisa berjalan berdampingan. Ini adalah dua sumber pendapatan masyarakat yang bisa berjalan bersama, selama ada saling pengertian,” ujarnya.
PT TIMAH juga mendukung perbaikan akses jalan menuju area penangkapan ikan di Penyusuk, Kelurahan Ramadan Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Jalan tersebut menjadi jalur utama aktivitas nelayan, terutama saat mengangkut hasil tangkapan. Sebelumnya kondisi jalan rusak dan sulit dilalui, kini telah diperbaiki sehingga lebih mudah diakses.
Baca Juga: Sea World Ancol Hadirkan Promo Ramean, Tiket Mulai Rp95 Ribu Plus Dapat Voucher Makan
Kepala Dusun Penyusuk, Siswantoro, menyebut akses jalan tersebut sangat penting bagi nelayan menuju lokasi tambatan perahu.