tjsl

Usaha Ayam Kampung di Karimun Makin Berkembang, Warga Mulai Rasakan Dampaknya

Jumat, 17 April 2026 | 08:00 WIB
Program peternakan ayam kampung di Karimun bantu tingkatkan ekonomi warga sekaligus dorong kemandirian dan ketahanan pangan lokal. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN - Upaya pemberdayaan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Salah satunya terlihat dari pengembangan sektor peternakan yang kini mulai memberikan hasil nyata.

Inisiatif ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal.

Baca Juga: 5 Kutipan Kartini yang Masih Relevan untuk Perempuan Masa Kini, Bisa Jadi Ide Caption Instagram

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui dukungan terhadap kelompok Unggas Sejahtera yang berada di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

Program ini berfokus pada pengembangan usaha ternak ayam kampung yang melibatkan beberapa anggota kelompok. Sejak berjalan, usaha ini mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua kelompok Unggas Sejahtera, Alizan, menyampaikan bahwa pendampingan telah diberikan sejak tahun 2025 bersama empat anggota lainnya.

Baca Juga: Tips Hiking dan Kamping Tanpa Bau Asam dan Apek Karena Badan dan Perlengapan yang Kotor

“Sejak awal, PT TIMAH telah membantu kami dengan kandang ayam, bibit ayam, dan pembinaan. Awalnya kami hanya memiliki 200 ekor anak ayam, dan sekarang sudah berkembang menjadi 400 ekor. Saat ini kami mulai mengembangkan pembibitan mandiri,” ujarnya.

Berbagai bentuk bantuan telah diberikan untuk menunjang keberlanjutan usaha tersebut. Dukungan tidak hanya berupa bibit ayam, tetapi juga pembangunan kandang hingga penyediaan peralatan penunjang.

Hal ini membuat kelompok mampu menjalankan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga: Perum LKBN ANTARA Buka Lowongan Magang Konten Kreator, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya

Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Kenaikan harga pakan sempat menjadi tantangan yang menyebabkan jumlah ternak mengalami penurunan. Namun, usaha ini tetap dapat berjalan berkat dukungan berkelanjutan dari perusahaan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kelompok juga mendapatkan bantuan alat produksi pakan mandiri. Dengan adanya fasilitas ini, mereka dapat menekan biaya operasional sekaligus menjaga kestabilan usaha.

Halaman:

Tags

Terkini