“Sejak awal, PT TIMAH telah mendukung kami dengan kandang, bibit ayam, mesin pakan, dan inkubator. Sekarang kami bahkan sudah bisa memproduksi bibit ayam sendiri, sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pemasok luar,” jelasnya.
Baca Juga: Curug Sawer di Tasikmalaya Punya Pesona Air Terjun Bak Tirai Alami
Tak hanya sektor peternakan, wilayah tersebut juga mulai mengembangkan berbagai potensi lain berbasis masyarakat.
Kegiatan seperti budidaya ikan, produksi terasi, hingga pertanian hidroponik turut berkembang. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pemberdayaan masyarakat terpadu.
Manfaat dari program ini pun mulai dirasakan langsung oleh para anggota kelompok. Selain meningkatkan keterampilan, usaha ternak ayam juga memberikan tambahan penghasilan.
Baca Juga: Wujud Semangat Kartini Masa Kini, Kisah Ibu Dewi Berjuang dari Nol hingga Mandiri Bersama PNM
“Alhamdulillah, usaha ternak ayam ini memberikan kami tambahan pendapatan. Permintaan ayam dan telur juga cukup tinggi,” katanya.
Ke depan, kelompok berharap dukungan yang diberikan dapat terus berlanjut. Terutama dalam pengembangan alat produksi pakan agar usaha semakin mandiri dan berkembang lebih besar.
“Kami berharap terus mendapat dukungan, khususnya untuk pengembangan mesin pelet pakan agar kami bisa semakin mandiri,” tambahnya.
Baca Juga: Sinkona Indonesia Lestari Gandeng Krom Bank, Perkuat Ekspansi dan Industri Bahan Alam Nasional
Program ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Selain itu, langkah ini juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan. ***