Ke depan, lanjut Tatik, masyarakat berharap peningkatan kapasitas juga menyentuh aspek pemasaran terutama memaksimalkan penggunaan digital marketing sehingga berpengaruh pada peningkatan penjualan produk.
”Perlu dari pihak perusahaan untuk memberikan kami wawasan tentang marketing, agar penjualan kami meningkat sebanding dengan produksinya,” ujarnya.
Ia mengakui saat ini kelompok tersebut mulai merasakan dampak ekonomi dengan adanya pendapatan kelompok.
“Saat ini pendapatan kelompok tidak semua dibagi, tapi ditahan untuk kas kelompok. Rencananya sebagian ingin kami gunakan untuk pengembangan modal,” lanjutnya.
Baca Juga: Kolaborasi dengan National Geographic, Pertamina Hulu Indonesia Gelar Workshop Kultur Bertutur
Dengan keterlibatan lembaga Lestari Muda Indonesia sebagai pendamping, diharapkan program mampu memantapkan manajemen kelompok sehingga kelompok UMKM batik ini dapat naik level.***
Artikel Terkait
Optimalkan Potensi Hutan Kalimantan, Pertamina NRE Kerja Sama dengan Pemprov Kaltim
Gelar SMEXPO 2023, UMKM Pertamina Siap Bersaing di Pasar Nasional
Strategi Kunci Pertamina Memperoleh Pendanaan untuk Proyek Terbesar di Indonesia
Buktikan Kualitas dan Keungulan, Transaksi UMKM Pertamina Tembus Rp1,8 Miliar di Hari Ketiga Inacraft 2023
Kilang Pertamina Plaju Suplai Bantuan Logistik untuk Pejuang Pemadaman Karhutla di Sumsel