Peduli Satwa Terancam Punah, Bio Farma Lepasliarkan Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 26 Oktober 2023 | 08:45 WIB
Bio Farma gelar pelepasliaran Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu, Selasa (24/10/2023) dalam rangka memperingati Hari Owa Internasional. (biofarma.co.id)
Bio Farma gelar pelepasliaran Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu, Selasa (24/10/2023) dalam rangka memperingati Hari Owa Internasional. (biofarma.co.id)

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Irawan Asaad menyampaikan tujuan utama program pelepasliaran untuk meningkatkan populasi Owa Jawa.

Baca Juga: Bio Farma Raih The Most Prominent Indonesian State Owned-Company di Ajang Prominent Awards 2023

“Selanjutnya tim dari BBKSDA Jawa Barat dan TAF-IP akan memantau perkembangan harian.

"Caranya dengan mengikuti pergerakan dan perilaku adaptasi sepasang owa itu selama enam bulan ke depan.

"Harapannya mereka akan beradaptasi dan berkembang biak di habitatnya seperti beberapa pasangan lain,” kata Irawan.

Baca Juga: Peneliti dari 8 Negara OKI Ikut Pelatihan Vaksin di Bio Farma dan UNPAD

Adapun, Cagar Alam Gunung Tilu dipilih untuk melepaskan satwa-satwa liar tersebut karena kawasannya masih alami.

Dengan tutupan hutan yang rapat serta terhubung dengan Cagar Alam Gunung Simpang, kawasan konservasi ini paling pas menjadi habitat alami satwa-satwa tersebut.

Memiliki luas sekitar 23.000 hektar, ekosistem hutan di Cagar Alam Gunung Tilu juga minim aksesibilitas manusia.

Baca Juga: Dukung Produk Bio Farma, Srikandi BUMN Sosialisasikan CerviScan untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Dengan demikian, Cagar Alam Gunung Tilu sangat cocok untuk satwa-satwa liar berkembang biak.

Owa Jawa sendiri merupakan salah satu primata endemik di Pulau Jawa yang masuk ke dalam daftar terancam punah secara global.

Saat ini, populasi Owa Jawa di alam liar hanya tersisa 2.000-4.000 ekor saja yang tersebar di wilayah hutan lindung di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Bio Farma dan Pemda DIY Luncurkan CerviScan

Karena kondisinya, Owa Jawa termasuk daftar 25 spesies fauna dan flora prioritas Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem untuk ditingkatkan populasinya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: biofarma.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini