Jadi, selama program yang berlangsung 3 tahun tersebut, akan dilakukan monitoring dan analisa potensi penyerapan karbon secara rutin. Selama itu ada tim yang mendampingi di daerah terpilih sebagai perpanjangan tangan antara kelompok dan yayasan.
Baca Juga: Holding UMi, Sinergi BRI Pegadaian dan PNM Berdayakan Pelaku Usaha Ultra Mikro dan Mikro
Ketua KTH Marsada Saroha Siregar mengaku sangat bahagia atas bantuan yang diberikan BRI. Pemberian bibit pohon ini bukan hanya berperan dalam penghijauan dan pelestarian hutan di sekitar Danau Toba, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan memberdayakan kelompok tani di Desa Hariara Pintu.
“Hasil dari penanaman ini harapannya dalam 3 tahun kopi sudah berhasil, 8 tahun ke depan sudah bisa menghasilkan gula aren, dan pinus berhasil dinikmati di 20-25 tahun yang akan datang,” ujarnya.
Lebih lanjut Saroha menyampaikan, dengan pelestarian hutan yang baik juga dapat memberikan dampak positif untuk menambah debit air yang ada di sekitar danau toba.
Baca Juga: Usung Konsep Customer Centricity, BRI Membuka Gedung Contact BRI untuk Layani Pengaduan Nasabah
Harapan Saroha BRI membantu kelompok tani lainnya khususnya di Kabupaten Samosir, karena untuk daerah-daerah Danau Toba, tangkapan air dan penghijauan di sekitarnya sangat dibutuhkan.***
Artikel Terkait
BritAma Tanam Kebaikan, BRI Ajak Nasabah Donasi Mangrove dan Tawarkan Hadiah Mobil Listrik
MUM Gandeng PKSS-BRI Melalui Penandatanganan MoU untuk Ciptakan SDM yang Berkualitas
Punya Fundamental Kuat, BRI Optimis Bisa Tumbuh Berkualitas
Berkat Transformasi, BRI Berhasil Bawa Pulang Penghargaan dari Ajang ICAII 2023
BRI Dinobatkan Sebagai Best Private Bank for HNWIs Indonesia di Ajang Internasional