Ke depannya, PHKT berencana untuk mengembangan desa wisata ekologi di Kawasan Marangkayu. Apalagi, saat ini, pengembangan Kopi Luwak di daerah ini masih secara alami, artinya, luwak yang ada di lokasi ini bukanlah hasil penangkaran, tetapi memang luwak liar di sekitar perkebunan.
“Jadi dengan adanya wisata ekologi, paradigma masyarakat bahwa luwak adalah hama, dapat diubah menjadi luwak adalah hewan yang harus dilindungi kelestariannya karena bisa menghasilkan nilai ekonomis tinggi dari biji kopi yang dimakannya,“ tutur Dony.
Dony menegaskan, PHI-Regional 3 Kalimantan berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat selaras dengan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).***
Artikel Terkait
Dukung Gerakan Nasional Non Tunai, Pertamina Patra Niaga Ciptakan Cashless Society Melalui MyPertamina
Penutupan SMEXPO 2023: Pertamina Raih Rekor MURI
Tingkatkan Penjualan AMDK Bright Melalui Digitalisasi, Pertamina Retail Maksimalkan Potensi Pasar B2B
Pertamina dan Polri Temukan Gudang Ilegal BBM Subsidi di Pati
Sinergi Pertamina EP dan Elnusa Tuntaskan Proyek Penyisipan Pipa MOL XAP – MGS
Nicke Widyawati Minta Universitas Pertamina Siapkan Lulusan dengan Sustainability Skills