Hal senada disampaikan oleh Jajang Warsidi, warga Kampung Kalioyod, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru. Pria 37 tahun itu memiliki tekad untuk merubah hidupnya meskipun memiliki keterbatasan.
Jajang mengikuti pelatihan menjahit dari Pupuk Kujang satu bulan lalu. Pelatihan intensif dilaluinya setiap hari dengan tekun. Hingga akhirnya ia bisa berkarya dan bisa menjahit.
“Dengan keterampilan menjahit ini, nasib saya berubah. Sekarang lebih percaya diri menjalani hidup,” kata Jajang.
Tak hanya keduanya, sebanyak 10 orang yang terdiri dari ibu rumah tangga dan putus sekolah juga telah menjalani pelatihan menjahit tersebut. Mereka siap memproduksi kain majun yang akan digunakan Pupuk Kujang.***
Artikel Terkait
Komitmen Pupuk Indonesia Terhadap Industri Hijau Membuahkan Platinum ASSRAT 2023
Perkuat Kolaborasi, Pupuk Indonesia Gelar Jambore Makmur Libatkan Ribuan Petani dan Stakeholder
Program Taruna Makmur Inisiasi Petrokimia Gresik Diperluas Jangkauannya Melibatkan Semua Produsen di Holding Pupuk Indonesia
Perkuat Kolaborasi, Pupuk Indonesia Gelar Jambore Makmur dengan Melibatkan Ribuan Petani dan Stakeholder
Raih Platinum SNI Award 2023, Pupuk Indonesia Siap Bersaing di Pasar Global