Program BRI ‘Klasterku Hidupku’ Dorong Klaster Kopi Akar Wangi Berkembang Pesat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 24 November 2023 | 09:30 WIB
Ilustrasi. Program BRI ‘Klasterku Hidupku’ dorong klaster Kopi Akar Wangi di Garut, Jawa Barat, berkembang pesat. (bri.co.id)
Ilustrasi. Program BRI ‘Klasterku Hidupku’ dorong klaster Kopi Akar Wangi di Garut, Jawa Barat, berkembang pesat. (bri.co.id)

Kabar BUMN - Potensi yang diperkuat dengan inovasi atau kemampuan membuat sesuatu yang berbeda (diferensiasi) acap menjadi kunci kesuksesan.

Ini terbuktikan di kalangan masyarakat Kampung Waluran Tonggoh, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Masyarakat daerah itu menghasilkan kopi dan akar wangi, dua hasil bumi yang sangat berbeda tetapi sukses dikombinasikan menjadi produk minuman dengan citarasa yang khas.

Baca Juga: Triwulan III-2023, Debitur Baru KUR BRI Tumbuh Lampaui Target, Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Adi Ahmad Nasir (32) sosok di balik klaster usaha Kopi Akar Wangi menjelaskan, ide inovatif tersebut muncul sejak 2015, tetapi baru mulai tahun 2017 usaha pengolahan kopi akar wangi dimulai.

Masyarakat desa yang awalnya memiliki penghasilan dari kopi arabika dan akar wangi, mulai mengolah kedua hasil bumi itu menjadi satu produk.

Untuk proses pembuatan Kopi Akar Wangi, menurut Adi, hampir sama dengan kopi biasa hanya melibatkan dua tahapan.

Baca Juga: Debitur Sudah Capai 36,6 Juta, Holding Ultra Mikro BRI-Pegadaian-PNM Akan Jaring 8,4 Juta Nasabah Baru Hingga 2024

Pertama, proses pembuatan kopi. Yaitu, setelah panen, biji kopi dicuci, dijemur dan dimasukkan ke mesin pulper untuk dipisahkan antara kulit dan bijinya.

Kedua, di-roasting dan di-grinder hingga menjadi serbuk. Setelah menjadi serbuk baru dicampurkan dengan akar wangi.

Pengolahan akar wangi juga dilakukan dengan cara yang hampir sama. Akar wangi yang panen sekitar 10-12 bulan sekali itu diambil akarnya, lalu dicuci sampai bersih dan dijemur.

Baca Juga: Kolaborasi PPI dan BRI Salurkan Pinjaman Rp1 Miliar untuk Program PUMK

Setelah itu, di-grinder untuk membuatnya jadi serbuk sehingga bisa dicampurkan dengan bubuk kopi.

Adi menceritakan, di awal usaha pengolahan kopi akar wangi, usahanya belum besar. Baru sejak mendapat bantuan dari BRI, usahanya meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini