Dengan Anggrek Dewata, PT Pertamina EP Limau Field Ubah Pola Pengelolaan Pertanian dan Kehidupan Masyarakat Muara Enim

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 28 November 2023 | 15:00 WIB
Program Anggrek Dewata telah terbukti merubah sistem pertanian menjadi ramah lingkungan dan mengentaskan angka kemiskinan serta memberikan manfaat kepada lebih dari 900 orang. (DOK. Pertamina EP)
Program Anggrek Dewata telah terbukti merubah sistem pertanian menjadi ramah lingkungan dan mengentaskan angka kemiskinan serta memberikan manfaat kepada lebih dari 900 orang. (DOK. Pertamina EP)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP Limau Field kembali membuktikan komitmennya dalam menerapkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program unggulan Agribisnis Penggerak (kembali) Desa Wisata Air Talas (Anggrek Dewata).

Program Anggrek Dewata dirancang dengan tiga sub-program yang terintegrasi secara menyeluruh, yakni BU JUSI (Budidaya Jeruk Siam Organik), BUDE ARTA MAJU (Ibu-Ibu Desa Air Talas Mengolah Jeruk), dan PUTERI JELITA (Pupuk Cair Organik dari Limbah Kulit Jeruk Air Talas).

Tujuan utama program mengembalikan kondisi awal agrowisata di Desa Air Talas melalui pemberdayaan masyarakat sehingga tercipta kemandirian dalam masyarakat.

Baca Juga: Lestarikan Keberadaan Bekantan, Pertamina EP Sangasanga Field Siapkan Kemandirian Pokdarwis

Senior Manager EP Limau Field Dadang Soewargono mengatakan, Program Anggrek Dewata telah terbukti merubah sistem pertanian menjadi ramah lingkungan dan mengentaskan angka kemiskinan serta memberikan manfaat kepada lebih dari 900 orang.

“Anggrek Dewata menjadi komitmen kami dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di ring 1 EP Limau Field yang berfokus kepada Environmental Sustainable and Governance (ESG) dan target Sustainable Development Goals (SDGs),” tutur Dadang, Selasa (28/11/2023).

Sub-program BU JUSI dibentuk sebagai solusi bagi petani jeruk dalam menghadapi penurunan produktivitas pertanian jeruk siam akibat hama CVPD.

Baca Juga: Sinergi Pertamina EP dan Elnusa Tuntaskan Proyek Penyisipan Pipa MOL XAP – MGS

Penyakit ini menyebabkan penurunan produktivitas dari 5 ton/Ha menjadi 3 ton/Ha. Dampaknya pendapatan petani turun dari Rp3.750.000 menjadi Rp2.250.000.

Hama CVPD menyebar luas selama pandemi Covid-19 dan suhu tinggi, meningkatkan penggunaan pupuk anorganik dan mengakibatkan kenaikan harga.

Dalam program BU JUSI, PT Pertamina EP Limau Field memanfaatkan jamur Trichoderma sp. untuk memerangi hama CVPD, dengan hasil pengurangan biaya operasional petani hingga 71%. Upaya ini juga mempromosikan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik.

Baca Juga: PT Pertamina EP Adopsi 3 Orangutan dan Jalin Kerja Sama dengan BOSF Palangkaraya

Program kedua BUDE ARTA MAJU berfokus pada peningkatan nilai jeruk siam kualitas kedua, yang sebelumnya memiliki harga jual rendah karena rasanya kurang manis.

Program ini menciptakan nilai tambah dengan mengolah jeruk tersebut menjadi produk turunan seperti selai, sirup, pie, dan stik jeruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini