Indriani Widiastuti menyampaikan bahwa Jasa Tirta mendukung penuh kegiatan yang berfokus pemberdayaan masyarakat sehingga memberikan manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sejalan dengan program TJSL Jasa Tirta II untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,”ujar Indriani Widiastuti.
Nilai ekonomi yang diperoleh dari pengolahan sampah domestik dan limbah ternak yaitu mendapat gas gratis setiap hari (mengurangi biaya hidup rumah tangga) dan pupuk organik gratis setiap hari.
Baca Juga: Dikenal Sebagai Kota Santri, Kediri Miliki Makanan Khas yang Unik, Ada Olahan Burung Emprit Juga
Selain itu, masyarakat juga memperoleh pendapatan dari penjualan cacing hidup dan cacing kering, ayam kampung, tanaman hias, sayuran organik, maggot kering.
Masyarakat juga diuntungkan karena budidaya maggot dapat mengurangi biaya untuk pembelian pur ayam dan pelet ikan sampai 50%.
Target omset dari program ini sekitar 80 juta per bulan apabila kegiatan berjalan dengan optimal.
Baca Juga: TJSL Pindad Berikan Bantuan Dalam program Pencegahan dan Penanganan Stunting
Dukungan lainnya dari Perum Jasa Tirta II adalah dengan mendirikan koperasi bernama “Bina Tirta Berkarya”.
Yang bertujuan agar usaha ini berjalan dengan baik, terdata secara maksimal, dan memiliki kredibilitas yang tinggi.
Tidak hanya mencakup 1 kampung, bahkan 1 desa sampah domestik tersebut bisa diolah oleh koperasi tersebut.
Artikel Terkait
Jasa Marga Dapuk Jagorawi Jadi Juara 1 Lomba Taman Ruas Jalan Tol, Intip Daftar Lengkap Pemenang Lombanya
Kantongi Core Profit Rp2,7 Triliun dari Laba Bersih Rp6,8 Triliun, Jasa Marga Berhasil Tingkatkan Kinerja Positif di Sepanjang Tahun 2023
Dukung Komitmen Bersih-bersih BUMN, Jasa Marga Jalin Kerja Sama dengan BPKP
Dukung Transaksi Melalui Platform Pasar Digital UMKM, Jasa Marga Gelar Acara Appreciation Day PaDi UMKM 2024