Sweet, Ada Keterlibatan PHR di Jalinan Cinta Dua Gajah Sumatra, Codet dan Seruni

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 21 Maret 2024 | 10:30 WIB
PHR turut serta dalam upaya konservasi gajah Sumatra sebagai salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan. (DOK. PHR)
PHR turut serta dalam upaya konservasi gajah Sumatra sebagai salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan. (DOK. PHR)

Namun, kisah Codet juga memberikan harapan. Dia menunjukkan bahwa Gajah Sumatra masih memiliki naluri untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Baca Juga: Kejar Target Pengeboran 500-an Sumur di tahun 2024, PHR Gandeng Pertamina Drilling Lakukan Pengeboran Terintegrasi

Kontribusi PHR
Eksistensi Codet dan Seruni serta kisah cinta keduanya tidak lepas dari keterlibatan dan kontribusi berbagai pihak, salah satunya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina.

Di program ini, PHR bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF).

PHR bersama para mitranya telah memasang global positioning system (GPS) collar sebanyak 5 untuk Codet dan kelompok gajah-gajah lainnya.

Baca Juga: PHR Gelar Magang Kerja Angkatan ke-4 untuk 6 Bulan ke Depan, Diikuti 111 Putra dan Putri Terbaik Riau

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit dan memberikan data lokasi keberadaan kelompok gajah. Dengan demikian, potensi konflik gajah dan manusia dapat dimitigasi lebih dini.

Selain kalung GPS, PHR juga menyumbangkan 18 unit kamera pengintai (camera trap) yang diletakkan di berbagai lokasi strategis di habitat gajah guna memberikan informasi visual.

Upaya konservasi ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PHR WK Rokan dalam bidang lingkungan.

Baca Juga: Ruby Mulyawan, Ahli Perminyakan yang Pulang Kampung ke Blok Rokan Jadi Dirut PHR

Sesuai dengan program pemerintah untuk program pembangunan berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs) nomor 15, Ekosistem Daratan.

Gajah Sumatra sejak 2011 termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status kritis atau sangat terancam punah (critically endangered).

Hal ini disebabkan karena populasi Gajah Sumatra yang menurun lebih dari 80 persen dalam waktu sekitar 75 tahun terakhir.

Baca Juga: Sinergi Sesama BUMN, PHR dan Pertamina Drilling Tajak Sumur Eksplorasi MNK Kedua di Blok Rokan

Sebagaimana diketahui, tahun 1980-an, kantong atau wilayah jelajah gajah Sumatra berjumlah 44 kantong yang tersebar dari Aceh sampai Lampung. Data 2011, hanya tersisa 23 kantong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini