Dimana luapan air bisa mencapai ketinggian 60 cm hingga 1 meter.
Untuk itu, PT PAL Indonesia dan UNHAN membangun rumah apung untuk memitigasi permasalahan yang dapat mengganggu perekonomian warga tersebut.
Rumah apung yang dibangun PT PAL Indonesia ini adalah tipe bangunan moveable unit dengan luas 20,16 m2.
Bangunannya terintegrasi dengan ponton terbuat dari fiberglas.
Dengan demikian, rumah apung ini dapat bertahan di perairan dangkal, lebih stabil serta memiliki ketahanan yang baik.
Setiap rumah apung juga dilengkapi solar panel 1500W, tandon air 1700 L, pompa air, bio septic tank, serta grease trap.
Terdapat pula fasilitas penunjang seperti kasur, meja, lemari, kursi, hingga kompor.
Melalui rumah apung ini, PT PAL Indonesia dan UNHAN menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir rawan bencana.
Tentunya, solusi ini menerapkan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Rumah apung ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
“Kita sebagai BUMN diminta untuk selalu memperhatikan wilayah sekitar.
Artikel Terkait
Jelang Bulan Ramadhan, PT PAL Indonesia Pastikan Kesiapan Kapal PELNI Beroperasi dengan Performa Terbaik
Mendunia Sebelum 1945, PT PAL Indonesia Buktikan Kapabilitas dalam Pelaksanaan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO)
Permintaan Meningkat Jelang Mudik Lebaran, PT PAL Optimis Selesaikan Perawatan dan Perbaikan Kapal Penumpang Tepat Waktu
Melihat Kembali Ketangguhan Kapal Rumah Sakit Buatan PT PAL Mengemban Misi Muhibah/Port Visit ke Mesir
PT PAL Indonesia Patikan Distribusi Avtur Bandara Soetta Aman Jelang Libur Lebaran 2024