Berkat peggunaan pewarna alami ini, nilai jual Songket Behembang Lingge jadi meningkat. Pendapatan para pengrajin pun bertambah.
Baca Juga: PTBA Raih Sertifikasi ISO 50001:2018 Tentang Sistem Manajemen Energi
"Sejak menggunakan pewarna alami, pendapatan kami semakin meningkat. Mulai tahun 2019 sudah meningkat," ujar Yenny.
Songket Behembang Lingge telah dijual melalui berbagai cara. "Penjualan kebanyakan untuk souvenir. Penjualan ada lewat online, media sosial (SIBA Songket), arisan, dan pameran-pameran," ucapnya.
VP Sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hartono menyampaikan harapannya agar usaha kerajinan songket ini dapat terus berkembang dan mendukung Program Tanjung Enim Kota Wisata.
Baca Juga: PTBA Salurkan 10.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera di Lima Kecamatan
"Songket Behembang Lingge terus berkembang dan kualitasnya semakin baik. Saya berharap Songket Behembang Lingge suatu saat dapat turut mendukung pariwisata di Tanjung Enim," tutupnya.***
Artikel Terkait
Manfaat Besar Penerapan Digitalisasi Bagi PTBA, Aktivitas Pertambangan Makin Efektif, Penghargaan Pihak Ketiga Diraih
PTBA Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2024
Total Produksi Melampaui Target 41 Juta Ton, PTBA Raih Laba Bersih Rp6,1 Triliun
Dukung Pertanian Berkelanjutan, PTBA Rampungkan PLTS di Muara Enim
PTBA Raih Penghargaan Community Involvement & Development Lingkungan di BCOMMS 2024