Program Kampung Gambut Berdikari Pertamina Tarik Perhatian Audiens G20

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Senin, 28 Maret 2022 | 15:59 WIB

Kabar BUMN -  Program Kampung Gambut Berdikari Pertamina yang diperkenalkan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam pameran Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) G20, menjadi perhatian para delegasi. 

EDM-CSWG merupakan ajang berskala global terkait lingkungan dan keberlanjutan iklim dan merupakan bagian dari side events ajang internasional G20 di Indonesia yang tentunya selaras dengan komitmen pemerintah menjaga lingkungan. 

Program binaan PT KPI di Unit Sungai Pakning, di Kabupaten Bengkalis, Riau menjadi salah satu contoh upaya kolaborasi berbagai pihak dalam menanggulangi perubahan iklim, khususnya di lahan gambut yang rentan terbakar turut dipresentasikan dalam ajang EDM-CSWG pada tanggal 21-23 Maret 2022.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro, secara langsung menjelaskan program Kampung Gambut Berdikari kepada delegasi yang hadir dalam pertemuan Deputi bidang lingkungan dan Kelompok Kerja Perubahan Iklim G20 di Yogyakarta (21/3) lalu.

Kampung Gambut Berdikari Pertamina adalah program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Yakni warga yang bertugas mengontrol lahan gambut agar tidak terbakar. Tak hanya berpatroli, kelompok ini juga aktif mengedukasi masyarakat lainnya.

Anggota MPA juga diberikan pelatihan kewirausahaan melalui pertanian nanas terintegrasi, sebagai lahan perkebunan produktif. Hasil pertanian nanas tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar yang kini sudah masuk pasar ekspor, juga diolah dalam beragam produk pangan bernilai jual.

Perkebunan nanas yang dikembangkan sejak 2019 dengan luasan lahan 10 ha, kini telah bertambah menjadi 30 hektar. Tak hanya memberikan kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat, pengembangan agrowisata nanas tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk penanggulangan kebakaran lahan gambut.

Melalui program ini beragam kegiatan terus dilahirkan sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan lahan gambut, seperti pengembangan arboretum gambut, pertanian sereh wangi atau citronella, dan konservasi air gambut.

Penanganan kebakaran lahan gambut berbasis masyarakat ini, juga disampaikan Sigit sebagai program yang menjadi model penanganan perubahan iklim, yang telah dipresentasikan di COP 26 United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Glasgow, United Kingdom, pada November 2021 lalu.

“Program Kampung Gambut Berdikari memberikan kontribusi dalam peningkatan serapan karbon melalui Arboretum Gambut yang merupakan Pusat Konservasi tanaman endemik gambut, juga pelestarian spesies nepenthes langka,” kata Sigit. 

Sigit pun menuturkan bahwa program mitigasi kebakaran hutan lahan gambut ini juga membuka lapangan kerja bagi Masyarakat Peduli Api sehingga mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat di lahan gambut dari sisi lingkungan hingga kesejahteraan.

Selain Program Kampung Gambut Berdikari Pertamina, PT KPI turut memperkenalkan program Green Refinery Cilacap di ajang EDM CWSG 2022. Corporate Secretary PT KPI, Ifki Sukarya, menyampaikan program-program KPI tersebut memiliki keterkaitan erat dalam menyokong tujuan EDM CSWG dan B20. 

“Kedua program tersebut sejalan dengan nilai yang diusung EDM CSWG yakni mendukung pemulihan berkelanjutan, meningkatkan aksi untuk mendukung perlindungan lingkungan dan iklim, serta mobilisasi sumber daya untuk melindungi lingkungan dan iklim,” ujar Ifki.

Ifki berharap, keikutsertaan PT KPI dalam forum tersebut berguna untuk memperkenalkan inisiasi PT KPI kepada para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, sesuai dengan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan ESG (Environment, Social and Governance). 

Apalagi, ajang EDM CSWG tak hanya dihadiri delegasi negara-negara G20 namun juga negara lain termasuk Spanyol, Belanda, Singapura, Fiji, Belize, Senegal, Rwanda, dan Uni Emirat Arab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini