Baca Juga: Lulusan S2 Psikologi Banyak Dicari dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Ini Daftar Lowongannya
Arief menambahkan bahwa mengembangkan PLTS di dalam kampus memang harus terus dilakukan mengingat konsumsi energi listrik gedung-gedung di UGM sangat besar. Tercatat dalam setahun konsumsi energi listrik di UGM mencapai 25,63 GWh atau rata-rata 2,1 GWh per bulan.
Walau baru memberikan kontribusi 1%, namun Bantuan PLTS dari Pertamina telah menjadi langkah awal untuk energi bersih di lingkungan kampus.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa upaya percepatan transisi energi yang didorong oleh Pertamina tersebut sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Pertamina memiliki strategi yang konkret untuk mendukung aspirasi NZE 2060, yaitu dengan melakukan dekarbonisasi terhadap bisnisnya dan membangun bisnis baru yang lebih hijau. Seluruh lini bisnis Pertamina akan bersama-sama bergerak menuju tujuan tersebut, termasuk pada program TJSL” ungkap Fadjar.
Dukungan Pertamina melalui program TJSL di bidang lingkungan untuk menggunakan energi baru terbarukan di sektor pendidikan sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (TPB) poin 7 Energi Bersih dan Terjangkau, dan poin 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta wujud komitmen tinggi untuk mengimplementasikan aspek environment, social, and governance (ESG) ke setiap aspek bisnis dan operasionalnya.***
Artikel Terkait
Cegah Lower Back Pain Jadi Kronis Dengan Lakukan Stretching Ringan
Ingin Investasi Emas? Berikut Cara Investasi Emas yang Aman Bagi Pemula
Lulusan S2 Psikologi Banyak Dicari dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Ini Daftar Lowongannya
Tayang di Netflix Hari Ini, Simak Sinopsis Drakor Black Knight, Kim Woo Bin Jadi Ksatria Kurir Oksigen
Jasa Marga Catat Peningkatan Pendapatan Tol Sebesar 21,7% Selama Periode Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023