Selama acara, peserta diedukasi untuk memisahkan sampah plastik, organik dan anorganik sehingga dapat ditentukan untuk perlakuan lebih lanjut pada sampah hasil pilahan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan pupuk kompos, pembudidayaan maggot, pembuatan Eco Enzym dan penanaman pohon di TPA Ngipik.
"Kami memberikan pembekalan pengelolaan sampah, komposting kepada anak-anak sejak usia dini," ungkap Liliek.
"Harapannya bisa menjadi habit bagi mereka, dan diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga menginspirasi bagi teman-teman serta keluarganya," tandasnya,
Artikel Terkait
Catat! Ini Update Terbaru Jadwal KRL Solo-Jogja yang Berlaku Mulai Bulan Juni 2023
Ingin Perkuat Sektor Bisnis Digital, INTI Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Asal Malaysia
Percepat Pembangunan, Bupati Pesisir Barat Tertarik Pesan Alat Berat Buatan PT Pindad