tjsl

Peduli Satwa Terancam Punah, Bio Farma Lepasliarkan Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu

Kamis, 26 Oktober 2023 | 08:45 WIB
Bio Farma gelar pelepasliaran Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu, Selasa (24/10/2023) dalam rangka memperingati Hari Owa Internasional. (biofarma.co.id)

Kabar BUMN - Bio Farma memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian alam.

Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan Bio Farma melalui kegiatan pelepasliaran 21 satwa dari berbagai jenis dalam rangka memperingati Hari Owa Internasional.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di kawasan Cagar Alam Gunung Tilu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (24/10/2023).

Baca Juga: Komitmen Hasilkan Produk Halal: Bio Farma Raih Best Corporate Achievement on Halal Innovation

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Bio Farma dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAF-IP).

Di antara satwa-satwa yang dilepasliarkan tersebut, dua diantaranya merupakan sepasang Owa Jawa atau yang bernama latin Hylobates moloch.

Direktur Keuangan Bio Farma, Suharta Wijawa menyampaikan kepedulian Bio Farma terhadap pelestarian alam.

Baca Juga: Lowongan Magang di Bio Farma, Ada 4 Posisi Bagi Mahasiswa S1-S2 Jurusan Tertentu dengan Deadline 6 Oktober

“Bio Farma tidak hanya berfokus kepada kegiatan Perusahaan yang terkait profit saja tetapi juga kontribusi Bio Farma terkait pelestarian flora dan fauna.

"Oleh karenanya Bio Farma juga ikut serta dalam kegiatan pelepasliaran satwa Owa Jawa ke habitatnya,” ujar Suharta, seperti dikutip KabarBUMN.com dari biofarma.co.id, Kamis (26/10/2023).

Sementara itu VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Bio Farma, Tjut Vina dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin baik dalam kegiatan pelepasliaran Owa Jawa ini.

Baca Juga: Info Lowongan Magang di BUMN, Bio Farma Buka 20 Posisi, Pendaftaran Ditutup 2 Oktober 2023

“Kami ucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin baik antara Bio Farma dengan BBKSDA dan juga The Aspinall Foundation. 

"Semoga kegiatan pelepasliaran primata endemik Jawa ini bisa terus berlanjut, sehingga diharapkan agar 21 ekor hewan ini bisa selamat artinya bisa terus berkembang biak di habitatnya sendiri,” ucap Tjut Vina.

Halaman:

Tags

Terkini