Panel surya ini pun kemudian menghasilkan manfaat ekonomi bagi pokdarwis dimana mereka telah mampu menghasilkan Rp70.000.000,- per tahun dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp1.200.000,- per tahun.
Baca Juga: Tertinggi Sejak 2008, Pertamina EP Tarakan Field Berhasil Produksikan Minyak Capai Total 2.700 BOPD
Tidak hanya itu, PEP Sangasanga Field bersama mitra binaan program Sungai Hitam Lestari juga telah menanam 2.500 bibit mangrove yang bisa menjadi bahan makanan Bekantan dan mangrove berjenis Jeruju, Acanthus ilicifolius, yang dapat diolah menjadi teh oleh kelompok UMKM.
Dari sisi lingkungan, 120 Ha luasan hutan mangrove di kawasan Sungai Hitam mencatat penyerapan emisi karbon sebesar 51,04 ton CO2eq/tahun dengan 175,34 ton CO2eq/tahun
Dony menambahkan, perusahaan juga mengembangkan aspek ekonomi dalam program CSR ini guna memastikan bahwa alam dan manusia dapat saling menopang keberadaannya.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina EP Tandatangani Amandamen Perjanjian KSO dengan Mitra
“Oleh karena itu, selain Pokdarwis, aktivitas ekonomi UMKM Sungai Hitam Lestari juga terus ditingkatkan, antara lain melalui produksi olahan teh jeruju dan klappertaart dari buah nipah,” imbuh Dony.
“Program Sungai Hitam Lestari akan terus berlanjut dan kami kembangkan sehingga bisa memberi manfaat dan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dengan harapan bahwa program ini akan mencapai kemandirian pada tahun 2024,” pungkasnya.***