"Beberapa penyebab perundungan di sekolah termasuk kurangnya sarana dan sumber daya untuk mengawasi kegiatan siswa, lingkungan pertemanan yang negatif, budaya perundungan yang turun-temurun, serta kebijakan atau regulasi sekolah yang belum jelas mengenai pencegahan dan penanganan tindak kekerasan," kata Lia.
Baca Juga: Dukung UMKM, Jamkrindo dan Bank Nobu Jalin Kerja Sama Strategis Terkait Penjaminan KUR
Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan yang holistik dan integratif.
"Perlindungan dari kekerasan seksual dan perundungan harus dilakukan dengan komitmen, konsistensi, kerja sama, dan keterbukaan semua pihak.
"Ini bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga orang tua, pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media, dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.
Baca Juga: Gelar Safari Ramadan, Jamkrindo Lakukan Kegiatan Sosial di Berbagai Daerah di Indonesia
Lia juga mengapresiasi perhatian dan kepedulian PT Jamkrindo terhadap pencegahan perundungan dan kekerasan seksual di kalangan pelajar.
"Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan dampak optimal," tambahnya.
Dengan kolaborasi ini, Jamkrindo berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak, serta membentuk generasi yang bebas dari perundungan dan kekerasan seksual.***