“Sampai saat ini jumlah UMKM yang tercatat terfasilitasi pada tahun 2023 sebanyak 156 UMKM dan PT PAL sangat membantu dalam fasilitasi UMKM.
“Kedepannya diharapkan PT PAL dapat selalu membantu dalam pemasaran,” kata Tatik Lely.
Program ini merupakan salah satu upaya PT PAL Indonesia untuk meningkatkan nilai bisnis UMKM binaannya.
Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kantor wilayah Jawa Timur, Rizal Rizky turut menyampaikan urgensi perlindungan merek dalam kegiatan sosialisasi ini.
Secara garis besar dijelaskan mengenai peran merek dalam legalitas hukum dan produk, hak eksklusif, serta merek sebagai aset tidak berwujud yang dapat diwariskan, sekaligus menjadi bagian krusial dalam mempertahankan sebuah bisnis hingga jangka panjang.
Tampak pelaku UMKM antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan.
Kegiatan ini diakhiri dengan pendampingan pendaftaran oleh Dinkopdag Kota Surabaya yang menyatakan kembali langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam proses pendaftaran legalitas merek usaha dagang.
Baca Juga: Kuasai Pasar ASEAN, PT PAL Kembali Ekspor Kapal Perang Ke Filipina
Dini Ariani salah satu peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini.
“Dulu saya daftar hanya sekedar daftar, tidak ada ilmunya, saya sampai ketinggalan informasi dan expired . Dari kegiatan ini baru saya tahu langkah-langkah apa yang harus diambil.
“Alhamdulillah yang tadi minim pengetahuan sekarang jadi tahu. Kedepannya diharapkan kegiatan sosialisasi ini bisa digalakkan lagi,” katanya.
Salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT PAL ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Indonesia untuk memiliki daya saing global.
Baca Juga: Program Tenaga Surya Bangsa Antarkan PT Len Industri Raih 2 Penghargaan TOP CSR Awards 2023