Sejak tahun 2021, PT Timah telah secara konsisten melakukan kegiatan penenggelaman coral garden. Sebelumnya pun PT Timah sudah pernah menenggelamkan coral garden di kawasan Pulau Putri.
Uniknya, setiap tahap memiliki desain yang berbeda-beda. Mulai dari coral garden dengan tulisan, rak-rak untuk mempercepat pertumbuhan karang, hingga bentuk-bentuk kreatif seperti laba-laba dan terowongan.
"PT Timah tidak lagi mengambil karang alami, melainkan memanfaatkan karang budidaya yang telah tumbuh dengan baik. Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT Timah ini," ucap Indra.
Dengan menanam jenis karang seperti acropora dan menggabungkan karang alami diyakini akan membuat ekosistem terumbu karang di Pulau Putri akan segera pulih.
Lebih dari sekadar tempat bermain ikan, coral garden ini akan menjadi rumah bagi berbagai spesies laut.
Menurut Indra, dengan dinamika ekonomi dan sosial yang terus berkembang, penting bagi kita untuk bijak dalam mengelola sumber daya alam, khususnya laut yang mendominasi wilayah Bangka Belitung.
“Semoga program restorasi terumbu karang ini semakin sukses dan PT Timah semakin jaya," harapnya.***
Artikel Terkait
Peringati Hari Kelautan 2023, ASDP Dukung Transplantasi Terumbu Karang
Indonesian GP 2023: Aksi Kepedulian Riders Melalui Penanaman Terumbu Karang dan Bersih-bersih Pantai
Jaga Ekosistem Laut, TJSL PNM Laksanakan Penanaman Terumbu Karang di Banyuwangi
Peran BRI Peduli Terhadap Kesuksesan Kelompok Maratua Peduli Lingkungan Lestarikan Ekosistem Laut Melalui Transplantasi Terumbu Karang
Jaga Ekosistem Laut, Perhutani Gandeng Mahasiswa UGM Lestarikan Terumbu Karang di Banyuwangi
Brantas Abipraya Gelar Pelatihan dan Pelestarian Terumbu Karang, Libatkan BUMN Lainnya