"Kami berharap, program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama kelompok usaha perhutanan sosial," ujarnya.
Ketua LPHD Mahawana Basuki, I Nyoman Artana, menyoroti pentingnya penanaman pohon untuk menjaga keberlanjutan hutan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
"Pohon-pohon yang kami tanam, seperti Pinang dan Ijuk, memiliki peran penting dalam upacara adat serta perbaikan atap Pura Besakih.
"Jadi, program ini tidak hanya melestarikan hutan, tetapi juga memperkuat budaya kami," jelasnya.
Baca Juga: Sosialisasi AJP di Sorong, Pertamina Paparkan Bisnis Hulu hingga Hilir di Tanah Papua
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan Pertamina, yang terus mendorong sinergi antara pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan KLHK dan masyarakat lokal, diharapkan Desa Besakih dapat menjadi contoh sukses penerapan perhutanan sosial berbasis komunitas.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa Desa Besakih kini menjadi model keberhasilan integrasi antara pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi komunitas.
Baca Juga: Antusiasme Membuncah, Pertamina Ajak Media Ikuti Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024
"Kami berharap, kontribusi Pertamina dalam menjaga lingkungan ini bisa menjadi energi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," tutup Fadjar.
Dengan program ini, Pertamina tidak hanya menjaga alam, tetapi juga membantu memperkuat komunitas lokal dan meningkatkan perekonomian melalui pendekatan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Sosialisasi AJP di Sorong, Pertamina Paparkan Bisnis Hulu hingga Hilir di Tanah Papua
Inovatif dan Kreatif, Pertamina UMK Academy Jadi Program Pemberdayaan Berkelanjutan versi Marketeers Editor’s Choice Award 2024
Pertamina Geothermal Energy Dorong Kolaborasi di IIGCE 2024 untuk Capai NZE 2060
Pertamina Drilling Raih Penghargaan Zero Accident dari Menteri Ketenagakerjaan
Pertamina Patra Jasa Hadirkan Bobocabin Patra Parapat, Destinasi Glamping Eksklusif dengan Pemandangan Danau Toba