Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 23,4 kilowatt-peak (kWp) di Desa Lugusari, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
PLTS difungsikan untuk menghidupkan pompa irigasi pertanian irigasi di Desa Lugusari, dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan air bagi pertanian.
Pj Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan menyampaikan bantuan pompa irigasi ini merupakan wujud nyata komitmen untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bagi pertanian, meningkatkan kesejahteraan serta mendorong swasembada pangan di Provinsi Lampung.
Baca Juga: Hingga Triwulan III 2024, PTBA Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun
"Dengan memanfaatkan energi surya, kita telah mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus dampak lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya membangun Pringsewu yang hijau dan lestari," katanya.
Marindo menambahkan, Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu pada 2023 telah membangun Bendung Lugusari untuk menampung air.
Dengan adanya PLTS irigasi, ia berharap kedua infrastruktur tersebut dapat menciptakan sistem irigasi yang efisien dan berkelanjutan.
General Manager PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan Hengki Burmana menyampaikan, apresiasi kepada warga Desa Lugusari yang secara sukarela menghibahkan lahan untuk mendukung pembangunan PLTS ini.
Hengki berharap PLTS irigasi dapat membawa manfaat berkelanjutan bagi para petani. "Saya titip pesan kepada masyarakat Desa Lugusari untuk bersama-sama menjaga dan merawat PLTS ini, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
PLTS irigasi di Desa Lugusari terdiri atas 40 panel surya yang berdiri di atas lahan seluas 420 meter persegi.
Baca Juga: Sediakan Tenaga Medis Profesional, PTBA Gelar Layanan Gratis di Lahat
Dengan kapasitas 23,4 kWp, PLTS irigasi ini diharapkan mampu mengairi lahan pertanian seluas 380 hingga 500 hektare, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Manfaatnya dapat dirasakan oleh sekitar 267 petani di Desa Lugusari.
Keberadaan PLTS irigasi memungkinkan petani di Desa Lugusari untuk meningkatkan frekuensi panen. Sebelum adanya PLTS irigasi, para petani di wilayah ini hanya dapat panen 1 kali dalam setahun karena bergantung pada sistem tadah hujan.
Artikel Terkait
Sinergi PLN dan GD Power: Bangun PLTS Terapung 129 MWp di Karangkates
PTBA Berikan Hadiah HUT ke-79 RI: PLTS Irigasi untuk Petani Tanjung Agung
Terbesar di Indonesia! PLTS Ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta Resmi Dioperasikan PLN-AHP
3 Pulau di Karimunjawa Akhirnya Bisa Pakai Listrik 24 Jam Berkat PLTS 182 kWp dari PLN
Manfaatkan PLTS, Pertamina NRE Dukung Budidaya Jamur di Cilamaya
PLTS Atap Terbesar Pertamina Siap Dibangun di Kilang Balikpapan