Kabar BUMN - PLN Energi Primer Indoensia (PLN EPI) bersama anak perusahaannya, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) berkolaborasi dalam program “Pengelolaan Sampah Organik Dapur dengan Maggot BSF”.
Kegiatan kolaborasi yang termasuk dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini dilaksanakan di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta.
Melalui program ini, PLN EPI mengajak warga Desa Karangasem meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, pengolahan sampah hulu terpadu, hingga edukasi nilai tambah dari hasil pengolahan sampah organik melalui Maggot Black Soldier Fly (BSF).
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan, program ini dapat menciptakan kemandirian serta keberlanjutan dalam pengelolaan sampah organik dapur.
Menurutnya, PLN EPI juga akan terus berkomitmen untuk menyampaikan program ini secara keberlanjutan.
“Sehingga keberhasilan program ini selaras dengan tingkat partisipasi warga Desa Karangasem dalam memilah sampah organik dapur serta dapat menjadi program percontohan bagi desa lain,” ujar Mamit di Jakarta, Senin (18/11/24).
Baca Juga: PLN EPI Sabet Juara Pertama dalam Annual Report Award 2023 Berkat Penerapan GCG yang Konsisten
Kolaborasi ini mengajak komunitas lokal, yaitu Bank Sampah Ngupadi Rejeki untuk memilah sampah organik dapur dari rumah tangga (hulu) kemudian dikumpulkan dan dipakai sebagai pakan budidaya Maggot BSF.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan sampah dari rumah tangga (hulu) dan bernilai ekonomis serta dapat membuka peluang usaha baru.
Selain itu, Bank Sampah Ngupadi Rejeki telah menjalankan beberapa kegiatan untuk mengurangi volume sampah di Desa Karangasem.
Baca Juga: Lewat Program Biomassa, PLN EPI Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Warga Tasikmalaya
Seperti pengumpulan dan penimbangan sampah anorganik, pengomposan limbah ternak, dan pembuatan pupuk cair dari sampah organik dapur yang dapat digunakan untuk pupuk kebun.
Kepala Bebadan Pangreksaloka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menilai program PLN EPI tersebut sangat bagus karena menjadi percontohan bagi Kalurahan lain.
Artikel Terkait
Maksimalkan Pengelolaan Sampah TPA di Muara Enim, PTBA Serahkan Bantuan Mesin Pemusnah Sampah Berkapasitas 50-60 Ton
Hari Sampah Nasional, PT Timah Dukung Penyelenggaraan Seminar Pengelolaan Sampah untuk Masyarakat di Bangka Barat
Rayakan HUT Ke-2, NeutraDC Hadirkan Fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Lebih dari 10.000 Warga Desa Jambidan Yogyakarta
Peringati HPSN, Pertamina EP Sangasanga Field Perkenalkan Cara Pengelolaan Sampah kepada Siswa SD
Stranas PK Fasilitasi Sinergi SIG dan Pemda, Menuju Pengelolaan Sampah yang Transparan
ITDC Maksimalkan Pengelolaan Sampah di MotoGP 2024, Wujudkan Mandalika Sebagai Kawasan Berkelanjutan