PLN EPI Dorong Pengelolaan Sampah Organik Dapur Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat di Gunungkidul

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 18 November 2024 | 12:30 WIB
(ki-ka) Sekper BAG, Nova Mariona; Kepala Bebadan Pangreksaloka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM Gusthilantika Marrel; Sekper PLN EPI, Mamit Setiawan; dan Lurah Kalurahan Karangasem, Parimin. (DOK. PLN EPI)
(ki-ka) Sekper BAG, Nova Mariona; Kepala Bebadan Pangreksaloka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM Gusthilantika Marrel; Sekper PLN EPI, Mamit Setiawan; dan Lurah Kalurahan Karangasem, Parimin. (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - PLN Energi Primer Indoensia (PLN EPI) bersama anak perusahaannya, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) berkolaborasi dalam program “Pengelolaan Sampah Organik Dapur dengan Maggot BSF”.

Kegiatan kolaborasi yang termasuk dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini dilaksanakan di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta.

Melalui program ini, PLN EPI mengajak warga Desa Karangasem meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, pengolahan sampah hulu terpadu, hingga edukasi nilai tambah dari hasil pengolahan sampah organik melalui Maggot Black Soldier Fly (BSF).

Baca Juga: Hari Listrik Nasional 2024, PLN EPI Raih 4 Penghargaan sebagai Bukti Komitmen Terhadap Keberlanjutan Energi

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan, program ini dapat menciptakan kemandirian serta keberlanjutan dalam pengelolaan sampah organik dapur.

Menurutnya, PLN EPI juga akan terus berkomitmen untuk menyampaikan program ini secara keberlanjutan.

“Sehingga keberhasilan program ini selaras dengan tingkat partisipasi warga Desa Karangasem dalam memilah sampah organik dapur serta dapat menjadi program percontohan bagi desa lain,” ujar Mamit di Jakarta, Senin (18/11/24).

Baca Juga: PLN EPI Sabet Juara Pertama dalam Annual Report Award 2023 Berkat Penerapan GCG yang Konsisten

Kolaborasi ini mengajak komunitas lokal, yaitu Bank Sampah Ngupadi Rejeki untuk memilah sampah organik dapur dari rumah tangga (hulu) kemudian dikumpulkan dan dipakai sebagai pakan budidaya Maggot BSF.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan sampah dari rumah tangga (hulu) dan bernilai ekonomis serta dapat membuka peluang usaha baru.

Selain itu, Bank Sampah Ngupadi Rejeki telah menjalankan beberapa kegiatan untuk mengurangi volume sampah di Desa Karangasem.

Baca Juga: Lewat Program Biomassa, PLN EPI Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Warga Tasikmalaya

Seperti pengumpulan dan penimbangan sampah anorganik, pengomposan limbah ternak, dan pembuatan pupuk cair dari sampah organik dapur yang dapat digunakan untuk pupuk kebun.

Kepala Bebadan Pangreksaloka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menilai program PLN EPI tersebut sangat bagus karena menjadi percontohan bagi Kalurahan lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini