Lebih lanjut, Dwi mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Keberangkatan DAMRI Rute Bandara Soekarno-Hatta
"Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah," ujarnya.
Dalam pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik menerapkan Smart Precision Farming untuk mendukung adaptasi perubahan iklim dan mendorong regenerasi petani melalui pembuatan iklim tani yang lebih modern.
Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.
Selain itu, Petrokimia Gresik membimbing petani dalam mengadopsi teknologi seperti Internet of Things (IoT), sistem drip, dan alat uji tanah yang efektif meningkatkan produktivitas dan menarik minat petani muda untuk berkontribusi dalam pertanian.***
Artikel Terkait
Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai World Class Company, Penghargaan Tertinggi di Ajang Internasional GPEA 2024
Petrokimia Gresik Salurkan Rp75 Juta untuk Bantu Perbaikan Geladak Milik Lima Kelompok Nelayan di Kelurahan Lumpur
Petrokimia Gresik dan BUMN Area Jawa Timur Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Menuju Indonesia Emas 2045, Petrokimia Gresik Dorong Insinyur Indonesia Berperan dalam Hilirisasi Industri dan Swasembada Pangan
Petrokimia Gresik Raih Empat Penghargaan di Ajang "BUMN Brand & Marketing Award 2024"