Perum Perhutani dan 20 BUMN Resmikan TPST Cikole untuk Kelola Sampah Berkelanjutan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 13 Januari 2025 | 19:00 WIB
Perhutani dan 20 BUMN lainnya hadirkan TPST Cikole untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. (perhutani.co.id)
Perhutani dan 20 BUMN lainnya hadirkan TPST Cikole untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. (perhutani.co.id)

Kabar BUMN – Perum Perhutani bersama 20 BUMN lainnya meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Cikole sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

TPST ini diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah kawasan wisata yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Hadir dalam peresmian ini, Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Faturochman, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, Sandy Muchlisin, perwakilan 21 BUMN kolaborator, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Forkopimda.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan di Sragen, Perhutani Sediakan Lahan 15,8 Hektar

Wilayah Cikole yang dikenal sebagai destinasi wisata menghasilkan sekitar 1.550 ton sampah per tahun, setara dengan potensi 600 ton CO2 ekuivalen.

Dengan hadirnya TPST ini, potensi emisi karbon tersebut diharapkan dapat direduksi hingga 650 ton CO2 ekuivalen.

Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Faturochman, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata.

Baca Juga: Bank Raya Gandeng Perhutani, Tawarkan Layanan Digital untuk Mitra dan Karyawan

“Sampah di kawasan wisata seringkali menjadi pemandangan tidak elok.

"Dengan adanya TPST, kita bisa menampung dan mengelola sampah harian dengan lebih baik.

"Manajemen wisata juga harus fokus pada kegiatan pemilahan sampah agar dapat dimanfaatkan kembali,” ujar Faturochman.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Pendidikan, Perhutani Salurkan Bantuan Rp25 Juta untuk Yayasan Panti Guna Mandiri Bandung

Faturochman juga menyebut bahwa TPST ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang berfokus pada aspek 5P: Profit, People, Prosperity, Peace, dan Partnership.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, Sandy Muchlisin, menyatakan bahwa TPST ini adalah bentuk nyata komitmen Perhutani bersama BUMN lain dalam menjaga lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: Perhutani.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini