Peringati Hari Kanker Sedunia, PLN EPI Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 14 Februari 2025 | 10:30 WIB
Gugus Tugas Srikandi PLN EPI mengajak perempuan untuk meningkatkan awareness terhadap kanker. Deteksi dini menjadi hal penting untuk mencegah risiko kanker. (DOK. PLN EPI)
Gugus Tugas Srikandi PLN EPI mengajak perempuan untuk meningkatkan awareness terhadap kanker. Deteksi dini menjadi hal penting untuk mencegah risiko kanker. (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui gugus tugas Srikandi PLN EPI mengadakan Seminar Awareness dengan format Srikandi Talk: Peduli Kanker Wujudkan Perempuan Sehat dan Produktif.

Seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia dan Bulan K3 Nasional mengajak perempuan untuk meningkatkan awareness terhadap kanker.

Direktur Management Human Capital dan Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat menjelaskan, kanker tidak hanya mempengaruhi kesehatan, tetapi juga kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: PLN EPI Kembali Menanam 50.000 Ribu Pohon Multifungsi di Sultan Ground, Gunungkidul

”Penting untuk meningkatkan kesadaran perempuan dalam pencegahan kanker agar tetap sehat dan produktif, juga menjaga gaya hidup sehat, seperti menghindari rokok, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga," jelas Dedeng.

Seminar menghadirkan dua narasumber, dr. Faizal Drissa Hasibuan, SpPD-KHOM, Dokter Subspesialis Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam dari RS MRCCC Siloam Semanggi, dan Linda Anjasari, penyintas kanker payudara yang juga karyawati PLN UPT Bogor.

Dalam sesi pemaparannya, dr. Faizal menekankan pentingnya mengenali dan mewaspadai tanda-tanda kanker payudara sejak dini.

Baca Juga: Kontribusi PLN EPI dalam Menjaga Keandalan Pasokan Energi Primer selama Libur Isra Mi'raj dan Imlek

“Upaya deteksi dini dengan pemeriksaan fisik payudara, USG payudara, atau mammografi. Dalam usia produktif lima tahun sekali, di atasnya setahun sekali. Ingat, kalau ada luka dan benjolan sedikit di daerah payudara cepat di periksa, ungkap dr. Faizal.

Selain itu, dr. Faizal juga membahas mengenai cara pengobatan dan peran penting dukungan keluarga atau orang terdekat dalam proses penyembuhan kanker itu sendiri.

“Yang tidak kalah penting, yaitu terapi suportif, jangan sampai pasien merasa ditelantarkan. Kita harus tetap support apapun itu keadaannya," ujar dr. Faizal.

Baca Juga: Melalui Program Green2Gether, PLN EPI Dukung Penghijauan dan Pendidikan di Menteng Dalam

Sementara itu, Linda mengungkapkan awal gejalanya muncul pada tahun 2020, berupa luka basah yang mengeluarkan cairan dari payudaranya. Periksakan diri ke rumah sakit, ia divonis kanker payudara stadium awal.

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2022, setelah menjalani pemeriksaan PET scan, hasilnya menunjukkan kanker tersebut sudah masuk stadium 4, 3+ (triple positive).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini