Sudah 14 Tahun, Taman Baca Rumah Stannia PT Timah Tetap Jadi Tempat Favorit Anak untuk Belajar dan Bermain

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 18 Mei 2025 | 13:00 WIB
Rumah Baca Stannia dari PT Timah hadir selama 14 tahun sebagai ruang baca dan bermain anak di Mentok, dorong minat baca di era digital. (Dok. PT Timah)
Rumah Baca Stannia dari PT Timah hadir selama 14 tahun sebagai ruang baca dan bermain anak di Mentok, dorong minat baca di era digital. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN - Taman Baca Rumah Stannia (TBRS) yang berada di kawasan Taman Peltim Permas, Kompleks Unit Metalurgi PT Timah Tbk di Bangka Barat, masih aktif dan ramai dikunjungi meski telah berdiri selama 14 tahun.

Berlokasi strategis di tengah area taman bermain anak, tempat ini menjadi kombinasi antara ruang baca dan sarana rekreasi yang menyenangkan bagi anak-anak Mentok dan sekitarnya.

Setiap sore, suasana TBRS dipenuhi tawa anak-anak yang membaca dan bermain bersama.

Baca Juga: Bulan Ini ke Goalpara Tea Park Saja, Harga Tiketnya Lagi Miring! Buruan Ajak Keluarga ke Sukabumi

Suasana rindang dan fasilitas yang lengkap membuat taman baca ini nyaman dan edukatif, serta menjadi tempat favorit keluarga untuk menghabiskan waktu sore hari.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PT Timah dalam mendukung literasi anak sejak dini.

Dikelola oleh Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT), taman baca ini hadir sebagai solusi di tengah derasnya arus teknologi digital yang membuat anak-anak semakin jauh dari buku.

Baca Juga: Lulusan SMA Bisa Kerja di BUMN? Ini Peluang Jadi Aviation Security di Bandara Soetta!

TBRS mendorong anak-anak untuk lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.

Koleksi bukunya sangat beragam, terdiri dari lebih dari 1.000 judul, mulai dari buku sains, novel, hingga komik.

Anak-anak pun bisa menikmati aktivitas lain seperti bermain plastisin, menyusun puzzle, mewarnai, serta permainan edukatif lainnya, semuanya bisa diakses secara gratis.

Baca Juga: Menjawab Publik: INUKI Klarifikasi Terkait Isu Pencabutan Izin Operasional oleh BAPETEN

Menurut Elza Marlina, pengelola TBRS yang akrab disapa Bunda Elza, setiap harinya TBRS didatangi puluhan anak dari berbagai latar belakang.

"Pada awal 2011, belum ada tempat bagi anak-anak di sini untuk berkumpul, membaca bersama, atau mengerjakan PR kelompok. Saat itulah PT Timah menggagas berdirinya taman baca ini."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini