Pupuk Kaltim Dorong Konservasi Laut dan Pesisir Bontang dalam Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2025

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 27 Mei 2025 | 10:00 WIB
Pupuk Kaltim perkuat konservasi terumbu karang dan mangrove di Bontang, wujudkan komitmen ESG untuk jaga ekosistem laut dan pesisir. (Dok. Pupuk Kaltim)
Pupuk Kaltim perkuat konservasi terumbu karang dan mangrove di Bontang, wujudkan komitmen ESG untuk jaga ekosistem laut dan pesisir. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kabar BUMN - Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati tahun 2025, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Salah satu bentuk nyatanya adalah penguatan program konservasi lingkungan, khususnya untuk ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove di perairan Bontang.

Upaya ini dijalankan sebagai kontribusi aktif perusahaan dalam menjaga kelestarian hayati sekaligus mendukung keberlanjutan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Buruan Pesan! KAI Bagi-Bagi Diskon Tiket 20% Khusus Liburan Sekolah

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, menyatakan bahwa pelestarian terumbu karang dan mangrove sangat penting karena ekosistem tersebut berperan vital bagi kehidupan warga pesisir.

“Program konservasi ini dijalankan berlandaskan komitmen kuat terhadap prinsip ESG yang menjadi fondasi utama di setiap langkah operasional perusahaan."

"Terumbu karang dan mangrove merupakan ekosistem vital dalam kehidupan masyarakat Bontang, mengingat letak geografisnya yang berada di pesisir,” jelasnya.

Baca Juga: Ikuti Undi-Undi Hepi Dua Mingguan, Cukup Tukar Telkomsel Poin Bisa Menang Smartphone Terbaru dan Sepeda Motor Keren

Pupuk Kaltim telah memulai program konservasi terumbu karang sejak 2011. Hingga Mei 2025, tercatat 8.683 unit terumbu karang telah diturunkan, setara dengan luasan konservasi 2.557 meter persegi.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 yang berjumlah 6.882 unit. Sementara itu, konservasi mangrove juga terus digencarkan dari tahun ke tahun.

Pada 2021, sebanyak 144.567 bibit mangrove ditanam, lalu meningkat menjadi 170.567 bibit pada 2022, dan 290.567 bibit pada 2023. Pada Mei 2025, total bibit yang telah ditanam mencapai 551.167 bibit atau sekitar 18 hektar.

Baca Juga: Yuk Daftar! Magang 6 Bulan di Kimia Farma untuk Mahasiswa Semua Jurusan, Deadline 30 Mei 2025

Soesilo menjelaskan bahwa pelestarian dua ekosistem tersebut merupakan bagian dari aksi nyata ESG.

“Kami melakukan konservasi terumbu karang dan mangrove sebagai salah satu aksi nyata penerapan ESG. Mengingat kelestarian terumbu karang dan mangrove sangat penting mendukung keberlangsungan spesies ikan dan makhluk laut lainnya,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini