PTBA juga menjalankan program budidaya itik petelur di Desa Tegal Rejo, Kabupaten Muara Enim.
Dengan total kelolaan hingga 500 ekor itik, masyarakat peserta program ini mampu menghasilkan lebih dari Rp5 juta per bulan, melebihi batas UMR wilayah setempat.
Sementara itu, di Morowali, Sulawesi Tengah, PT Vale Indonesia membina 44 petani padi di enam desa dengan total lahan seluas 11,03 hektar.
Para petani ini menerapkan sistem tanam padi organik tanpa bahan kimia sintetis, dan telah memproduksi 8.500 kilogram beras, sebagian besar di antaranya bersertifikat organik dari INOFICE.
Dengan metode ini, produktivitas petani meningkat signifikan hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, SKK Migas dan PEP Papua Serahkan Mesin Parut Sagu di Sorong
Menurut Pria, seluruh program pemberdayaan petani di Grup MIND ID dimulai dari pemetaan kebutuhan lokal, dilanjutkan pelatihan, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar.
Dengan pendekatan evaluasi berbasis SROI (Social Return on Investment), MIND ID memastikan bahwa dampak yang dihasilkan betul-betul terasa oleh masyarakat.
“Kami meyakini swasembada pangan adalah visi yang dapat dicapai. MIND ID hadir melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan lingkungan masing-masing daerah untuk memberikan kontribusi terbaik,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
MIND ID Garda Depan Indonesia Memenangkan Kompetisi Ekosistem Industri EV Global
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, MIND ID Ajak Masyarakat Mendengarkan Bumi
Targetkan Penurunan Emisi 21,4% pada 2030, MIND ID Jabarkan Sejumlah Langkah Konkret
Holding Tambang BUMN MIND ID Buka Lowongan Magang Bagi Mahasiswa dan Fresh Graduate, Simak Posisi Serta Kualifikasinya
MIND ID Integrasikan Program Keberlanjutan untuk Menjaga Ekologi Laut
MIND ID Jabarkan Komitmennya Jaga Ekosistem Laut di Rakernis PRL KKP