“Alhamdulillah, kami merasa lebih termotivasi. Setelah kompos kami siap, insya Allah kami berencana memasarkan. Terima kasih kepada PT Timah yang telah mengadakan kegiatan ini, benar-benar bermanfaat,” katanya.
Baca Juga: Pertamuda Workshop Series, Komitmen Pertamina Membangun Ekosistem Kewirausahaaan Energi
Helda juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah di rumah seperti botol plastik, sisa sayuran, nasi, dan kulit buah yang dapat disetorkan ke bank sampah KPP Sehati setiap Sabtu.
“Kami memilah botol plastik, membersihkan dan mencucinya dengan baik. Kami juga memisahkan sampah rumah tangga seperti sisa sayuran, nasi, dan kulit buah."
"Warga menyetorkan sampah ke bank sampah KPP Sehati setiap Sabtu, lalu uangnya dikumpulkan sepanjang tahun dan ditarik setiap tahun,” jelasnya.
Baca Juga: Kuliner Banjarnegara, Jawa Tengah, Selain Dawet Ayu, Satu Lagi Sudah Cukup Populer Hingga ke Jakarta
Senada dengan Helda, peserta lain bernama Suryana mengungkapkan bahwa pelatihan ini menambah pemahamannya tentang pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan.
“Kami kini lebih paham cara membuat kompos, terutama mengurangi baunya. Semoga kami bisa tetap kompak menjaga lingkungan tetap bersih,” ucapnya.
Melalui program ini, PT Timah berharap dapat menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui produk turunan sampah seperti kompos.
Baca Juga: Kupang Dapat Sentuhan TASPEN: Bedah Rumah hingga Dukungan UMK
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan program pemberdayaan masyarakat. ***
Artikel Terkait
Dukungan Kesehatan PT Timah: Bantu Shahuri Ramadan Jalani Pengobatan Paru-Paru
Kolaborasi Jaga Alam: PT Timah dan Pemkab Belitung Timur Bersihkan Pantai Nyiur Melambai
Olahraga Jadi Ajang Kebersamaan Karyawan di HUT ke-49 PT Timah
PT Timah Tanam 4.000 Mangrove di Nelayan II Sungailiat, Dukung Pelestarian Pesisir
PT Timah Bangun Coral Garden, Jaga Laut Sekaligus Bantu Ekonomi Warga Belinyu