Agus Sutyana, Ketua Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan yang berlangsung intensif selama lima hari.
Baca Juga: Pegadaian Media Awards Hadir Lagi, Saatnya Jurnalis Bersinar dan Berkilau!
“Dulu kami punya tenaga dan ternak, tapi belum punya pengetahuan. Sekarang saya sudah mendapat pelatihan di sini, dan berharap ada bantuan berkelanjutan. Insya Allah, saya siap ikut menangani kegiatan seperti ini ke depan," ungkapnya.
PLN EPI berharap pendekatan integratif yang dikembangkan bersama kelompok tani ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Mamit, desa-desa seperti Bojongkapol dan Sarimukti punya potensi besar untuk berkembang jika diberi akses pengetahuan dan pendampingan yang tepat.
Baca Juga: Madu Galo-Galo Cupiang, Bukti Komitmen PTBA Majukan UMKM Berbasis Alam
"Kami ingin kehadiran PLN EPI tidak hanya sebagai penyedia energi, tapi juga sebagai mitra pembangunan desa", tutup Mamit.***
Artikel Terkait
Dorong Ekonomi Hijau Daerah, PLN NP Gandeng Kabupaten Gunung Mas dan PLN EPI
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN EPI Tanam 500 Pohon Buah di Gunung Aseupan
Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan, PLN EPI Integrasikan ESG ke Seluruh Rantai Operasi
Dorong Terciptanya Ekosistem Pesisir yang Lestari, PLN EPI Tingkatkan Wawasan Warga Bunton Kelola Mangrove
Kinerja Keuangan Impresif, PLN EPI Catatkan Pendapatan Meningkat Dua Kali Lipat di Sepanjang 2024
Optimasi Efisiensi dan Ekspansi, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun Sepanjang 2024