BRI Berdayakan Purna Pekerja Migran Indonesia di Lombok Lewat Pelatihan Kerajinan Bambu

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 10:20 WIB
TJSL BRI Peduli luncurkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia dengan pelatihan kerajinan bambu di Lombok Timur. (bri.co.id)
TJSL BRI Peduli luncurkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia dengan pelatihan kerajinan bambu di Lombok Timur. (bri.co.id)

Khususnya, Desa Loyok telah lama terkenal sebagai sentra penghasil anyaman bambu di Lombok Timur.

Baca Juga: Dukung Kemnaker, Telkom Siapkan Program Magang dan Uang Saku Bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para perajin menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan bahan baku dan meningkatnya persaingan dengan produk modern, yang menyebabkan pemasaran produk menjadi kurang optimal.

Selain itu, Desa Loyok juga memiliki cukup banyak Purna PMI yang telah kembali dari luar negeri.

Hal ini menjadikan kawasan tersebut sangat potensial untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Cahaya Harapan Segera Membumbung, Lenterne Festival de Paris 2025 Siap Digelar di Parangtritis

Melalui integrasi pelatihan kerajinan bambu, inovasi desain, dan strategi pemasaran modern, BRI berupaya membantu para perajin sekaligus memberdayakan para Purna PMI agar mampu menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Program ini difokuskan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis kerajinan bambu, mengingat produk bambu dari Desa Loyok memiliki potensi pasar yang besar.

Di pasar global, produk-produk seperti perabot rumah tangga dan dekorasi dari bambu terus meningkat permintaannya, terutama di negara-negara yang mengutamakan produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Jasa Raharja Wujudkan Tata Kelola Modern Lewat Transparansi dan Akuntabilitas Komunikasi

Tak hanya melatih keterampilan teknis, para peserta juga mendapatkan pembekalan dalam pengelolaan keuangan, efisiensi bisnis, serta strategi pemasaran dan branding untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun global.

“Program ini pun diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha berbasis komunitas yang dapat memberikan dampak ekonomi secara lebih luas bagi para peserta maupun bagi masyarakat sekitar,” imbuh Dhanny.

Melalui inisiatif ini, BRI tidak hanya membantu para Purna PMI untuk beradaptasi setelah kembali ke Indonesia, tetapi juga turut memperkuat perekonomian lokal dengan menjadikan kerajinan bambu Lombok sebagai simbol kemandirian dan inovasi ekonomi daerah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini