Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah, MIND ID Sukses Dorong 10.000 UMK Naik Kelas

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 13 Oktober 2025 | 09:30 WIB
Lebih dari 10.000 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID.  (DOK. MIND ID)
Lebih dari 10.000 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID. (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menyampaikan hingga pertengahan 2025, lebih dari 10.000 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID.

Jumlah tersebut menunjukkan komitmen Grup MIND ID dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMK di berbagai wilayah operasional.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menegaskan, keberpihakan terhadap UMK merupakan wujud nyata peran sektor pertambangan dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah.

Baca Juga: Panduan Lengkap Registrasi Ulang Tring! by Pegadaian, Langkah Mudah Menuju Transaksi Aman dan Nyaman

“Bagi kami, tambang bukan hanya soal produksi mineral. Lebih dari itu, tambang adalah penggerak ekonomi kerakyatan di daerah yang menjadi sumber energi untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi usaha masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan ikut berkontribusi bagi ekonomi nasional,” ujarnya.

Melalui berbagai program pemberdayaan, MIND ID menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi pelaku UMK, mulai dari pelatihan manajemen, inovasi produk, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.

Pendekatan ini efektif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di sekitar wilayah operasional pertambangan.

Baca Juga: Truntum Kuta Hadirkan Ruang Santai Modern Lewat Hattrick Sport Bar

Salah satu contoh sukses datang dari Haiedi Ulandari, pendiri Pempek Hudi di Palembang, UMK binaan PT Bukit Asam Tbk. Usaha rumahan yang dulunya beromzet sekitar Rp30 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp300 juta per bulan dan menyerap 13 tenaga kerja lokal.

Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana program Pendampingan yang konsisten dapat mendorong UMK naik kelas sekaligus menempatkan mereka sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Dampak positif serupa juga dirasakan oleh pelaku UMK Sambal Lumako, Nata de Coco, dan Ikan Asap di wilayah operasional PT Vale Indonesia, anggota MIND ID.

Baca Juga: Pusri Tegaskan Pupuk Bersubsidi Sesuai Aturan, Harga Tetap Resmi dan Transparan

Berkat pelatihan pengembangan produk, pendampingan bisnis, dan dukungan promosi, usaha lokal ini kini telah berhasil menjalankan usahanya secara mandiri memperluas penjualan ke berbagai daerah dan menjadi sumber lapangan kerja bagi ratusan masyarakat sekitar tambang.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara industri dan komunitas lokal dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini