Strategi Besar dan Langkah Konkrit MIND ID Menurunkan Emisi 6,6 Juta Ton CO2e di 2030

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 7 September 2025 | 12:00 WIB
Grup MIND ID menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 21,4 persen terhadap skenario business as usual atau setara dengan 6,6 juta ton CO2e pada 2030. (DOK. MIND ID)
Grup MIND ID menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 21,4 persen terhadap skenario business as usual atau setara dengan 6,6 juta ton CO2e pada 2030. (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmen kuat dalam mendukung upaya dekarbonisasi nasional dengan meluncurkan berbagai program dekarbonisasi yang terintegrasi di seluruh lini usaha.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan, perseroan bersama seluruh Anggota Grup MIND ID konsisten meningkatkan pengelolaan sumber daya mineral dan hilirisasi dengan tetap mengedepankan keberlanjutan.

“Bagi MIND ID, keberlanjutan bukan sekadar tambahan, melainkan adalah wujud nyata semangat Mining for Indonesia and the World. Komitmen ini diwujudkan dalam upaya nyata untuk menekan emisi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Maroef.

Baca Juga: Rail Clinic KAI Menyapa Warga di Bulan Agustus, Padukan Layanan Kesehatan dan Literasi

Strategi dekarbonisasi yang diterapkan MIND ID tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja operasional dan hilirisasi industri.

Maroef menuturkan, Grup MIND ID menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 21,4 persen terhadap skenario business as usual atau setara dengan 6,6 juta ton CO2e pada 2030.

Untuk mewujudkannya, MIND ID merumuskan empat strategi besar, yakni konversi bahan bakar rendah karbon, efisiensi operasional, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, dan penggunaan renewable energy certificate.

Baca Juga: Hari Terakhir! Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan Transjakarta

Empat langkah strategis tersebut sudah mulai dijalankan di berbagai entitas anggota grup. Realisasinya bahkan telah menunjukkan hasil konkret dalam menurunkan jejak emisi karbon.

Untuk konversi bahan bakar rendah karbon, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menggunakan bahan bakar B35 pada peralatan tambang. Inisiatif ini sukses menurunkan emisi hingga sekitar 13 ribu ton CO2e pada 2024.

Sementara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang berfokus pada efisiensi operasional menggunakan bucket wheel excavator bertenaga listrik di fasilitas coal handling Tanjung Enim. Hasilnya, memangkas emisi sekitar 5.200 ton CO2e.

Baca Juga: PT Timah Dukung Perkembangan Bakat Sepak Bola Muda di Desa Rias

Adapun PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menekan emisi dengan mengandalkan energi terbarukan. Lebih dari 99 persen energi yang digunakannya berasal dari PLTA Asahan, menjadikannya salah satu contoh nyata transisi menuju energi bersih di sektor industri.

Serta, PT Timah Industri yang telah mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp). Dengan kapasitas tersebut, emisi yang dapat ditekan mencapai sekitar 300 ton CO2e per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini