Endah menjelaskan, sebelumnya masyarakat dan anggota PKK menjual minyak jelantah tersebut ke bank sampah induk.
Baca Juga: Pertamina dan GIZ Perkuat Kolaborasi Transisi Energi dan Pemberdayaan Komunitas
“Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, kami dapat mengolah minyak jelantah sendiri menjadi produk yang bisa kami gunakan kembali. Hasil olahan tersebut juga nantinya bisa memberikan keuntungan yang cukup besar apabila kami jual,” ungkap Endah.
Langkah-langkah nyata ini tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Upaya BRI menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi dapat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
BRI Berdayakan Purna Pekerja Migran Indonesia di Lombok Lewat Pelatihan Kerajinan Bambu
Sulap Limbah Jadi Berkah, UMKM dari Solo Sukses Tembus Pasar Global Berkat Dukungan BRI
BRI Raih Penghargaan Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Terbaik di Ajang IICD 2025
BRI Tegaskan Komitmen Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat Kredit Program Perumahan
Findmeera Buktikan UMKM Binaan BRI Juga Mampu Hadirkan Keberlanjutan Bagi Lingkungan
BRI Peduli Dorong Penerapan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan