Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak mencari jabatan atau balasan, melainkan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, dan melanjutkan pengabdian.
Baca Juga: Kisah UMKM Binaan Pertamina, Dari Lebah Tuntun 3 Buah Hati Berkuliah
“Kehormatan sejati terletak pada manfaat yang ditinggalkan,” demikian bunyi amanat tersebut.
Teladan ketiga adalah pandangan jauh ke depan.
Perjuangan para pahlawan bukan hanya untuk masa mereka sendiri, melainkan demi generasi penerus dan kemakmuran bangsa.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Nusa Penida yang Tak Kalah Memukau dari Kelingking Beach
Mereka menjadikan perjuangan sebagai bentuk ibadah, di mana darah dan air mata menjadi doa yang tak padam, dan menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Menteri Sosial juga menegaskan bahwa perjuangan masa kini telah berubah bentuk, bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan melalui “ilmu, empati, dan pengabdian.”
Semangat ini, katanya, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan, sesuai dengan tema Hari Pahlawan 2025: “Pahlawanku Teladanku.”
Bantuan dari PT Dahana disambut haru oleh para veteran yang hadir.
Perwakilan LVRI Kecamatan Cibogo, Dadang Suherlan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan Dahana.
Ia menilai perhatian perusahaan BUMN ini merupakan bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi para pejuang kemerdekaan.
Baca Juga: 5 Aplikasi untuk Mempermudah Perencanaan Traveling, Hasilnya pun Maksimal
“Kami sangat berterima kasih atas undangan upacara dan bantuan yang diberikan ini.
Artikel Terkait
Dahana Raih Dua Penghargaan K3 Bergengsi di Kalimantan Selatan
Tinjau Progres Peledakan, Dirops Dahana Dorong Kinerja di PLTA Upper Cisokan
Perjalanan 59 Tahun Dahana: Inovasi, Integritas, dan Kebersamaan dalam Semangat Unite to Ignite
DAHANA Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sukabumi
Tegaskan Komitmen ESG, DAHANA Aktif Berpartisipasi dalam Konferensi Lingkungan Internasional di Jepang