Di lapangan, banyak nasabah mengungkapkan kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.
Situasi tersebut membuat proses pemulihan berjalan lambat, khususnya bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.
Baca Juga: Terminal Kijing Jadi Motor Logistik Kalbar, Dorong Ekspor dan Perkuat Rantai Pasok Nasional
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan alasan PNM kembali hadir di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang.
"Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Baca Juga: Kelistrikan Pulih, PLN Dorong Percepatan Pemulihan Masjid Pascabencana di Aceh
Dampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang dan wilayah lainnya menjadi pengingat bahwa proses pemulihan tidak berhenti ketika air surut.
Bagi masyarakat kecil, efek bencana dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran relawan serta perhatian yang berkelanjutan menjadi penopang penting agar warga tetap memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupan dan usaha mereka.***
Artikel Terkait
MUM PNM Group Buka Loker Resepsionis, Deadline 18 Desember 2025
Lowongan Akhir Tahun: MUM PNM Group Buka Posisi Staff Social Media di Jakarta Selatan
PNM Kembali Salurkan Bantuan dan Perkuat Proses Bangkit Pascabencana ke Aceh Tamiang
Solidaritas Nasabah PNM Mengalir ke Aceh, Abon dan Rendang Jadi Simbol Harapan di Tengah Bencana
Saat Sorotan Mulai Berkurang, Relawan PNM Kembali Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana di Sumatera