Fadillah mulai menghafal Al-Quran sejak usia 13 tahun dan hingga kini telah berhasil menghafal enam juz.
Ia mengungkapkan bahwa proses menghafal tidak selalu mudah.
Baca Juga: Ragam Makanan yang Digoreng Terbaik dari Seluruh Dunia Versi Taste Atlas, Batagor Salah Satunya
“Kadang menghafal itu terasa mudah, tapi kadang juga sulit, apalagi mengingat huruf-hurufnya.
"Biasanya saya mengulang hafalan setiap hari supaya tetap terjaga. Untuk satu juz biasanya saya butuh sekitar satu bulan,” jelasnya.
Ia juga mengaku tidak menyangka akan menerima bantuan tersebut.
Baca Juga: PNM Tumbuhkan Harapan Generasi Muda Lewat Pembinaan Futsal
Baginya, bantuan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalannya.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapat bantuan ini. Semoga bisa menjadi motivasi untuk terus menghafal Al-Quran,” katanya.
Sementara itu, Fahri Afriansyah (15), pelajar asal Desa Selinsing, juga menjadi salah satu penerima bantuan sebagai santri tahfiz Al-Quran.
Baca Juga: Selain SPBU 24 Jam, Pertamina Patra Niaga Siapkan Layanan Tambahan Saat Puncak Arus Balik Lebaran
Ia mengaku senang dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari PT TIMAH Tbk.
"Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan rencananya akan saya gunakan untuk membeli buku serta kebutuhan belajar lainnya agar bisa lebih semangat lagi belajar dan menghafal Al-Quran,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kisah Aizul, Marbot Masjid yang Terkejut Dapat Bantuan dari PT TIMAH
Memperkuat UMKM Lokal, PT TIMAH Hadirkan Rumah Batik di Pulau Kundur
Dari Santunan hingga UMKM, Safari Ramadan PT Timah Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
PT TIMAH Perkuat Ekonomi Masyarakat Lewat Program Pengembangan UMKM
Tak Sekadar Tambang, PT Timah Ikut Lestarikan Adat dan Tradisi Masyarakat