Kabar BUMN - Muaragembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat dipenuhi dengan tanaman Mangrove hingga hampir dua dekade lalu.
Seiring berjalannya waktu, Muaragembong mengalami abrasi. Pohon mangrove yang seharusnya jadi ‘sabuk’ perlahan longgar dan kehilangan fungsinya.
Dua di antara enam desa di Kecamatan Muaragembong, yaitu Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti, lahannya bahkan hampir tergerus abrasi.
Hingga pada tahun 2021-2023, masyarakat Kampung Solokan Kendal, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, mendapat bantuan dari BRI lewat Program BRI Menanam – Grow & Green Penanaman 10.000 bibit mangrove.
Warga setempat pun mengambil langkah inisiatif untuk menjaga lingkungan, dengan membentuk Kelompok Tani Sumber Makmur yang beranggotakan 24 orang.
Endang bercerita kalau anggota kelompoknya melakukan penanaman, pemeliharaan, dan pendataan kondisi perkembangan tanaman.
Anggota Kelompok Tani Sumber Makmur juga mengukur potensi cadangan dan serapan karbon yang berjalan dari 2023-2026.
“Kami melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati disulam untuk menjaga 10 ribu mangrove yang sudah ditanam,” terang Endang.
Menurut Endang, semua hasil pengukuran dan kegiatan kelompoknya tersebut lalu dilaporkan ke BRI per empat bulan sekali.
Baca Juga: Bersama BRI, Cokelat nDalem Mengukir Manisnya Usaha Mikro
Di kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan, BRI secara konsisten terus mendukung pelestarian alam dalam menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan mangrove di Tanah Air.
Hal itu juga menjadi salah satu bentuk komitmen BRI untuk mendukung upaya pemerintah agar bebas emisi karbon pada tahun 2060.