Lebih lanjut, Dwi mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Keberangkatan DAMRI Rute Bandara Soekarno-Hatta
"Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah," ujarnya.
Dalam pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik menerapkan Smart Precision Farming untuk mendukung adaptasi perubahan iklim dan mendorong regenerasi petani melalui pembuatan iklim tani yang lebih modern.
Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.
Selain itu, Petrokimia Gresik membimbing petani dalam mengadopsi teknologi seperti Internet of Things (IoT), sistem drip, dan alat uji tanah yang efektif meningkatkan produktivitas dan menarik minat petani muda untuk berkontribusi dalam pertanian.***