Kabar BUMN - Untuk mendukung pengembangan ekowisata berbasis lingkungan di Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengadakan pelatihan bagi Kelompok Binaan Telok Bangko dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kelurahan Loktuan, Bontang Utara.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Gerakan Lindungi Mangrove Sebagai Budaya Jaga Alam dan Dunia (Gelimang Buana).
Program ini tidak hanya berfokus pada konservasi ekologis tetapi juga aspek ekonomi dan pariwisata.
Baca Juga: Taman Bunga Celosia: Info Harga Tiket Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh narasumber ahli, yakni Agus Bei dari Mangrove Center Balikpapan dan Muhammad Fauzan Noor, dosen Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda.
Staf TJSL Pupuk Kaltim, Revin Setiawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengelola kawasan mangrove dalam memberikan pelayanan dan inovasi.
"Dengan menghadirkan pemateri yang ahli, kami berharap Telok Bangko dapat menjadi ekowisata unggulan di Bontang dan Kalimantan Timur," ujar Revin dalam pembukaan kegiatan.
Baca Juga: Indonesia Spice Up The World 2024: Saat UMKM Pertamina Bersinar di Aljazair
Sejak dibuka untuk umum pada akhir 2023, Mangrove Telok Bangko telah menawarkan berbagai fasilitas menarik, seperti pujasera, area permainan anak, dan spot foto.
Selain itu, produk olahan berbahan dasar mangrove menjadi daya tarik tambahan.
Ketua Kelompok Telok Bangko, Hadi Wiyoto, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat membantu karena kapasitas pengelolaan kawasan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung peningkatan jumlah pengunjung.
Baca Juga: Krakatau Steel Raih Kesepakatan Penjualan Hingga 38.500 Ton per Bulan
"Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang terus mendukung pengembangan kawasan ini," ungkap Hadi.
Kepala Seksi PMKS Kelurahan Loktuan, Widyarsih, turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Pupuk Kaltim dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten di wilayah tersebut.